Massa IPNU Kota Medan Minta Kejari Usut Sewa Menyewa Lahan Aksara Kuphie

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

DEMO: Massa IPNU Kota Medan saat demo di depan kantor Walikota Medan dan Kejari Medan. (ist/sadamanews.com)

MEDAN – sadamanews.com – Puluhan massa dari Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Medan menggelar unjuk rasa di depan Kantor Walikota Medan dan Kejari Medan pada Senin (13/4/2026) siang.

Pengunjuk rasa menilai bahwa persoalan yang terjadi di tubuh PUD Pasar Kota Medan telah masuk ke level yang sangat serius.

Bukan hanya persoalan kesalahan administrasif, melainkan indikasi kuat kegagalan tata kelola yang mengarah pada penyalahgunaan kewenangan dan berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah.

Massa IPNU Kota Medan yang dipimpin Fathi Farich Hasibuan mengatakan adanya gugatan hingga ratusan juta rupiah akibat konflik pemanfaatan lahan eks Pasar Aksara menunjukkan diduga terjadi kekacauan dalam pengelolaan aset yang berdampak pada ketidak pastian hukum dan merugikan pihak yang beritikad baik.

Menurut Fathi, sebelummya lahan eks Pasar Aksara tersebut ada yang hendak menyewa dengan luas 40 meter persegi dikenakan sewa Rp 15 juta pertahun. Namun saat ini lahan seluas 4000 meter tersebut diduga disewakan Rp 105 juta. Dan kini berdiri di lokasi Aksara Kuphie.

“Kami mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Negeri Medan mengusut dugaan penyalahgunaan kewenangan, menelusuri potensi kerugian keuangan daerah dan memeriksa seluruh pihak terkait tanpa tebang pilih terkait sewa lahan eks Pasar Aksara dan PD Pasar Kota Medan,” ujarnya.

Massa yang membawa spanduk dan pengeras suara tersebut mendesak pencopotan Pimpinan PUD Pasar Kota Medan dan menuntut audit forensik menyeluruh seluruh kontrak, kebijakan, dan dasar penetapan nilai harus dibuka ke publik.

“Kami mendesak Pemerintah Kota Medan bertindak tegas serta jangan ada pembiaran. Audit pajak menyeluruh terhadap seluruh aktivitas usaha di Aksara Kupi untuk memastikan tidak adanya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tambahnya.

Fathi menyayangkan Walikota Medan yang tidak merespon mereka saat orasi di depan kantor Walikota Medan.

“Saat di Kejari Medan, kami diterima
perwakilan bernama Yopie dan berjanji akan memprosesnya,” jelasnya.

Setelah unjuk rasa di Kantor Walikota Medan dan Kejari Medan, massa menuju Aksara Kuphie untuk melanjutkan aksi unjuk rasa. Namun di lokasi tersebut, massa diprovokasi oleh orang tak dikenal.

Menghindari hal-hal tak diinginkan, massa akhirnya membubarkan diri. (Sormin)

Berita Terkait

Bobby Dorong Perda Larangan Vape dan Panti Rehabilitasi Narkoba
Pembacok Penjaga Malam di Belawan Ditangkap
Dinas CKTR dan Sat Pol PP Deli Serdang Bongkar Rumah Mewah di Jalan Mawar Komplek Cemara Asri
Selama Operasi Pekat 2026, Polrestabes Medan Ungkap 119 Kasus dan Ringkus 184 Tersangka
Gudang Ekspedisi di Medan Terbakar
Mutasi PJU Polrestabes Medan, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim Diganti
Ruko di Marelan Terbakar, Satu Wanita Tewas dan Dua Luka-luka
5 Warga Meninggal Dunia Akibat Longsor di Sibolangit

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:45 WIB

Pembacok Penjaga Malam di Belawan Ditangkap

Selasa, 14 April 2026 - 18:50 WIB

Massa IPNU Kota Medan Minta Kejari Usut Sewa Menyewa Lahan Aksara Kuphie

Selasa, 14 April 2026 - 15:54 WIB

Dinas CKTR dan Sat Pol PP Deli Serdang Bongkar Rumah Mewah di Jalan Mawar Komplek Cemara Asri

Senin, 13 April 2026 - 21:41 WIB

Selama Operasi Pekat 2026, Polrestabes Medan Ungkap 119 Kasus dan Ringkus 184 Tersangka

Minggu, 12 April 2026 - 20:24 WIB

Gudang Ekspedisi di Medan Terbakar

Berita Terbaru

Oplus_131072

Berita

BNNP Sumut Musnahkan Barang Bukti Narkotika

Kamis, 16 Apr 2026 - 13:19 WIB

OLAHRAGA

Real Madrid Tersingkir dari Liga Champions

Kamis, 16 Apr 2026 - 13:01 WIB