MANGSA: Kerbau yang dimangsa diduga diterkam harimau. (ist/sadamanews.com)
TAPUT – sadamanews.com – Harimau dikabarkan memangsa seekor kerbau di Dusun Gonting Pege, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut).
Bukan cuma kerbau yang mati diterkam harimau aja, ternyata ditemukan juga tulang belulang kerbau bekas terkaman harimau.
Hal ini menguatkan dugaan warga bahwa selama ini harimau tersebut sudah berada dekat dengan kampung.
IMBAU
Sementara itu, Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas) meminta warga agar waspada karena ancaman hewan buas.
Himbauan kesemua kepala desa Kecamatan Sijamapolang tersebut untuk mencermati kejadian yang ada pada minggu ini, seperti yang terjadi di Desa Hutaginjang dengan kemunculan hewan liar yang dapat mengancam keselamatan jiwa manusia.
Camat Sijamapolang, Matarianto Simanullang S.P.,M.SI menghimbau semua masyarakat Kecamatan Sijamapolang supaya membatasi aktivitas di ladang warga dihimbau untuk hanya beraktifitas di ladang mulai 09.00 Wib s/d 15.00 Wib dan sangat dilarang bermalam di ladang/hutan.
Jangan bepergian sendiri: Jika harus ke ladang hindari bepergian sendiri upayakan 2-3 orang.
Buat suara gaduh: Saat menuju atau berada di ladang, buatlah suara gaduh atau bunyi-bunyian agar satwa liar mengetahui keberadaan manuasia dan menghindar.
Amankan ternak/peliharaan warga yang memilik hewan ternak ( lembu, kerbau, kuda, babi, ayam,dll) wajib memasukkanya ke kandang yang aman yang dekat pemukiman penduduk.
Dilarang keras menjerat/memburu: Dilarang keras memasang jerat, meracun atau melakukan tindakan yang dapat melukai/membunuh satwa liar tersebut karena melanggar UU No.5 Tahun 1990 jo.UU No.32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. (sdn/sormin)








