Polri Pakai Alat Analisis Komposisi Tubuh-Tes MMPI di Seleksi Akhir Akpol

Kamis, 11 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seleksi Akpol.

MEDAN | Proses seleksi taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2024 memasuki tahap pusat. Tahun ini SSDM Polri selaku panitia penyelenggara rekrutmen tingkat pusat menggunakan teknologi digital dalam mendeteksi kondisi tubuh yakni Body Composition Analyzer dan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI)  II dengan metode Computer Assisted Test (CAT).

“Tahun ini teknologi baru yang kita gunakan dalam proses rekrutmen ada MMPI II online dan Body Composition Analyzer. Minnesota Multiphasic Personality Inventory itu untuk psikologis ya, menggali kepribadian seseorang, mendeteksi gangguan mental pada seseorang,” jelas Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Dedi Prasetyo, Rabu (10/7/2024).

Irjen Dedi menerangkan Body Composition Analyzer untuk mendeteksi dini kemungkinan cedera pada tulang dan otot. “Kegunaannya bisa deteksi dini kemungkinan-kemungkinan cedera otot tendon dan tulang saat aktifitas fisik,” sambung dia.

Irjen Dedi menuturkan instrumen-instrumen yang serba digital dalam proses seleksi anggota baru diharapkan semakin meningkatkan objektivitas hasil pemeriksaan. Apalagi, tambah dia, Polri diharuskan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Proses rekrutmen dan pengembangan SDM Polri ini kita harapkan bersama, agar serba digital, menggunakan alat-alat canggih atau teknologi terkini. Karena memang menghadapi tantangan zaman, kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk dalam proses pemeriksaan kesehatan, psikologi, akademik dan fisik,” terang mantan Kadiv Humas Polri ini.

Sementara itu Kepala Biro Kesehatan Polri Brigjen I Gusti Gede Maha Andika memaparkan cara kerja alat Body Composition Analyzer dengan mengecek komposisi tubuh yang terdiri dari lemak, massa otot, massa tulang, metabolisme umur sel, kandungan air, pembakaran aktivitas dalam tubuh, lemak dalam perut dan lain-lain.

“Dalam rikkes juga ada pemeriksaan darah, HbA1c untuk mengecek prediksi diabetes melitus di kemudian hari, ⁠cek anti-HCV untuk cek Hepatitis C, USG dan USG abdomen. Di samping pemeriksaan lain yang sudah biasa dilakukan seperti cek fungsi paru atau spirometri, dan pemerikaaan lain oleh 11 spesialis klinis,” ujar Brigjen Gusti.

Dan terkait tes MMPI II, Brigjen Gusti menyebut perbedaannya dengan MMPI pertama terletak pada variasi pertanyaan yang tertera bersifat baru, dan bisa diacak. MMPI II, lanjutnya, juga menyajikan soal-soal tes dengan hasil yang lebih rinci.

“Interpretasi hasil lebih rinci dan ⁠banyak aspek yang bisa dinilai,” tambah dia. (sor)

Berita Terkait

Megawati Lantik Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen PDIP 2025–2030
Satgas TNI Borong Hasil Tani Mama-Mama Papua di Kampung Wako
Lanjutkan Program, UKW Hendry CH Bangun Gelar Rapat Pengurus Harian
PDIP Usung Edy di Pilgubsu
Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat
492 Catar Akpol Gladi Bersih Tes Akademik dan Asesmen Mental Ideologi
Mendagri: ASN Boleh Hadiri Kampanye

Berita Terkait

Kamis, 14 Agustus 2025 - 19:18 WIB

Megawati Lantik Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen PDIP 2025–2030

Selasa, 10 Juni 2025 - 15:28 WIB

Satgas TNI Borong Hasil Tani Mama-Mama Papua di Kampung Wako

Selasa, 8 Oktober 2024 - 07:02 WIB

Lanjutkan Program, UKW Hendry CH Bangun Gelar Rapat Pengurus Harian

Minggu, 11 Agustus 2024 - 08:37 WIB

PDIP Usung Edy di Pilgubsu

Rabu, 17 Juli 2024 - 11:43 WIB

Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

Berita Terbaru