PERTAHANKAN: Murid SD yang berusaha menyelamatkan barangnya. (ist/sadamanews.com)
MEDAN – sadamanews.com – Jovita Vianitan, murid kelas 3 sekolah dasar (SD) berhasil mempertahankan harta benda keluarganya dari seorang pencuri.
Yang mana pria tak dikenal menyatroni rumah mereka di kawasan lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan pada Sabtu (10/1/2026) siang.
Kejadian bermula sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, Darfan, 52, ayah korban tengah menjemput anaknya di sekolah yang tak jauh dari rumahnya.
Setelah menunggu hampir 20 menit dan anak tak kunjung muncul, Darfan memutuskan pulang dengan asumsi anaknya mungkin sudah lebih dahulu tiba di rumah.
“Saya tunggu-tungguin enggak pulang, akhirnya saya pulang sendiri. Pas sampai rumah, saya lihat anak saya sudah ada di rumah tapi kakinya berdarah-darah,” ujar Darfan, Minggu (11/1/2026).
Berdasarkan keterangan dari rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) dan anaknya, diketahui saat kejadian anaknya sedang berada di kamar mandi. Jovita Vianitan, mendengar adanya suara orang membuka pintu rumah dan mengira itu adalah ayahnya yang pulang kerja.
Pas dibuka pintu rumah tersebut tanpa diduga yang masuk adalah seorang pria bertubuh besar.
Pelaku langsung mengambil tas yang berisi dompet milik anaknya serta sebuah handphone. Sang anak yang menyadari kejadian itu segera mencegat pelaku untuk tidak kabur, namun usaha korban yang mencegat pelaku bertubuh besar ini sia-sia dan langsung kabur.
Akan tetapi, sang anak tidak membiarkan begitu saja pelaku kabur, sang anak mengejar pelaku hingga ke sepeda motor yang digunakan pelaku.
Ia bahkan sempat memegang besi behel (rangka) sepeda motor sambil berusaha menghalangi pelaku kabur.
“Saat itu pelaku melirik ke belakang lalu tancap gas. Anak saya diperkirakan terseret aspal sejauh kurang lebih 20 meter,” ujarnya.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka di bagian kaki.
Meski sempat mengambil handphone, pelaku kemudian berhenti dan mengembalikan ponsel tersebut kepada anak korban. Namun, tas berisi uang Rp 100 ribu milik Darfan tetap dibawa kabur.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak lingkungan setempat, namun belum ke polisi, yang rencananya akan membuat laporan jika kondisi korban. Kalau parah, baru akan saya laporkan,” lanjutnya. (sormin)








