JCS Polrestabes Medan Gulung Sindikat Curanmor Libatkan Pecatan TNI, 2 Ditembak

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DITEMBAK:Salah seorang pelaku yang ditembak. (ist/sadamanews.com)

MEDAN – sadamanews.com – Jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diduga beraksi di sejumlah wilayah Kota Medan hingga Tebing Tinggi dibongkar Tim Khusus JCS Polrestabes Medan.

Lima orang diamankan dalam pengungkapan tersebut. Salah satunya merupakan pecatan TNI berinisial Gandi (39), yang disebut pernah menyandang pangkat terakhir Sertu.

Selain mengungkap dugaan keterlibatan mantan anggota TNI, polisi juga terpaksa menembak dua terduga pelaku karena disebut melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri saat proses pengembangan kasus.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Rizky Lubis mengatakan, lima orang yang diamankan yakni Muhammad Teguh Fadilla (33), Jerry (38), Arjunaidi Siregar (48), Gandi (39), serta Afner Harahap (35).

Afner diduga berperan sebagai penadah kendaraan hasil curian.

“Pengungkapan ini berawal dari kasus pencurian sepeda motor di Jalan PWS, Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah, pada 15 September 2026 sekitar pukul 06.48 WIB,” kata Adrian dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026).

Kasus tersebut terungkap setelah polisi mempelajari rekaman CCTV yang memperlihatkan dua orang diduga mengambil satu unit Honda Vario 125 warna merah milik korban.

Sepeda motor tersebut ditaksir bernilai sekitar Rp20 juta.

Dari laporan itu, personel Tim Khusus JCS bersama Opsnal Resmob Satreskrim Polrestabes Medan melakukan penyelidikan.

Beberapa jam kemudian, petugas berhasil mengamankan Muhammad Teguh Fadilla, Jerry, Arjunaidi Siregar dan Gandi di kawasan Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang.

Pengembangan kemudian berlanjut hingga polisi menangkap Afner Harahap yang diduga menjadi penadah.

“Yang diduga berperan sebagai penadah,” ungkap Adrian.

Keterlibatan Gandi menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik dalam kasus tersebut.

Adrian menyebut Gandi merupakan mantan anggota TNI dengan pangkat terakhir Sertu. Ia sebelumnya bertugas di Denmadam Kodam Iskandar Muda.

Gandi kemudian diberhentikan dari dinas militer karena kasus desersi selama satu bulan.

Dalam pemeriksaan awal, Gandi disebut mengakui terlibat dalam sejumlah aksi pencurian sepeda motor bersama Jerry.

Dari keterangan para terduga pelaku, penyidik kemudian menemukan dugaan adanya aksi curanmor di berbagai lokasi, bukan hanya di Medan, tetapi juga hingga wilayah Tebing Tinggi.

“Dari hasil pemeriksaan, para terduga pelaku mengakui telah melakukan pencurian kendaraan bermotor di sejumlah lokasi,” ujar Adrian.

Diduga Beraksi di 15 TKP

Polisi menyebut jaringan ini diduga berkaitan dengan 15 TKP. Sebanyak 10 lokasi berada di wilayah hukum Polrestabes Medan, sementara lima lainnya berada di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi.

Di Medan, sejumlah lokasi yang disebut dalam pemeriksaan antara lain kawasan kompleks Fakultas USU, Jalan Sei Serayu, Puskesmas Gaperta, Klambir V Gaperta hingga kawasan Helvetia menuju Belawan.

Sementara di Tebing Tinggi, dugaan aksi curanmor antara lain terjadi di sekitar Kampung Rambutan, kawasan perkantoran Dinas Sosial, Simpang Medan, Gedung Serba Guna hingga wilayah Galang.

Dalam menjalankan aksinya, masing-masing orang diduga memiliki peran berbeda.

Muhammad Teguh Fadilla disebut berperan sebagai pemetik atau eksekutor pencurian. Sementara Jerry diduga bertindak sebagai joki atau pengawas.

Kendaraan yang berhasil dicuri kemudian diduga dijual melalui jaringan penadah.

Dua Terduga Pelaku Ditembak

Pengungkapan sindikat tersebut berlangsung pada Selasa (15/9/2026). Setelah menangkap sejumlah terduga pelaku, polisi melanjutkan penyelidikan untuk membongkar jaringan serta menelusuri kendaraan hasil curian.

Namun, dalam proses pengembangan, Muhammad Teguh Fadilla dan Jerry disebut melakukan perlawanan serta berusaha melarikan diri.

Polisi kemudian melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak bagian kaki kedua terduga pelaku.

“Kedua pelaku selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut untuk mendapatkan perawatan medis,” kata Adrian.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya beberapa unit sepeda motor, kunci T, kunci L, telepon seluler, STNK, kunci sepeda motor, pakaian serta sejumlah barang lainnya.

Polrestabes Medan masih melakukan penyidikan untuk mendalami dugaan keterlibatan kelima orang tersebut dalam 15 TKP curanmor sekaligus menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain dalam jaringan tersebut. (Sormin)

Berita Terkait

Nekad Jual Ganja, Seorang Kakek Diringkus Satresnarkoba Polrestabes Medan
Jual Narkoba, Pedagang Nasi Goreng Ditangkap Polisi
Usai Keluar Penjara, IRT Kembali Diciduk karena Jual Ganja
Satresnarkoba Polrestabes Medan Gerebek Kos yang Dijadikan Gudang Penyimpanan Narkoba
Jual Narkoba untuk Modal Nikah, Seorang Pria di Percut Sei Tuan Ditangkap Polisi
BNNP Sumut Ringkus 10 Pengedar Narkoba, Satu Tewas
Jadi Bandar Sabu, Dua “Spiderman” Diringkus Polrestabes Medan
Bobby Nasution Tinjau Titik Banjir Letda Sujono, Penanganan Langsung Dipercepat

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 22:08 WIB

JCS Polrestabes Medan Gulung Sindikat Curanmor Libatkan Pecatan TNI, 2 Ditembak

Kamis, 17 September 2026 - 11:44 WIB

Nekad Jual Ganja, Seorang Kakek Diringkus Satresnarkoba Polrestabes Medan

Rabu, 16 September 2026 - 10:48 WIB

Jual Narkoba, Pedagang Nasi Goreng Ditangkap Polisi

Senin, 14 September 2026 - 15:38 WIB

Usai Keluar Penjara, IRT Kembali Diciduk karena Jual Ganja

Minggu, 13 September 2026 - 15:11 WIB

Satresnarkoba Polrestabes Medan Gerebek Kos yang Dijadikan Gudang Penyimpanan Narkoba

Berita Terbaru

Berita

Pengisian Awal Bendungan Lau Simeme Resmi Dimulai

Jumat, 18 Sep 2026 - 22:40 WIB

Berita

Dedy Key Tegaskan Massa Rencana Aksi Bukan Bagian FKPPI

Jumat, 18 Sep 2026 - 12:20 WIB