Polrestabes Medan Kerahkan 320 Personel Gabungan Buru Preman

Minggu, 11 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEPAS: Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan usai melepas patroli Satgas Antipremanisme, Sabtu (10/5/2025).

MEDAN – Guna memburu para preman yang meresahkan masyarakat, Polrestabes Medan mengerahkan 320 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan jika razia premanisme secara besar-besaran ini merupakan instruksi dari pimpinan pusat. Baik bapak Presiden, Menko Polhukam, Panglima TNI, Kapolri, dan Mendagri.

“Sebanyak 320 personel gabungan hari ini menyatukan frekuensi dan kekuatan untuk memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat,” kata Gidion dalam instruksinya sebelum melepas patroli Satgas Antipremanisme, Sabtu (10/5/2025).

Ia menuturkan jika, saat ini aksi premanisme di Kota Medan menjadi tantangan bagi semua.

Saat ini terjadi keresahan ada sekelompok orang yang kemudian mengganggu aktifitas masyarakat untuk melaksanakan kegiatan perekonomiannya yang mencari nafkah bahkan sampai investasi.

“Kegiatan yang mereka (preman) lakukan adalah bentuk-bentuk yang menampakkan atau menonjolkan arogansi, kekerasan, dan kesewenang-wenangannya dalam aktifitas ya dengan maksud mencari keuntungan sendiri,” tukasnya.

Ia mengungkapkan, tidak jarang aksi yang mereka lakukan menimbulkan keresahan, rasa cemas di tengah masyarakat.

“Sehingga menjadi persoalan untuk pergerakan perekonomian maupun dinamika sosial,” tegasnya.

Ia mengajak semua pihak untuk bergerak, baik dari TNI, Polri, Sat Pol PP termasuk Dishub masing-masing memiliki sektor pelayanan dan mungkin menerima pengaduan dari masyarakat terhadap persoalan ini.

“Karena itu langkah kita agar bersama-sama kita menyamakan persepsi bahwa kita tidak menjadi bagian dari premanisme. Tetapi kita menjadi bagian dari mengamankan masyarakat memberikan rasa aman dan nyaman,” bebernya.

Ia mencontohkan, ada beberapa peristiwa yang viral di kota Medan ini, misanya seseorang yang mengambil Hp di konter dengan cara paksa. Lalu ada juga peristiwa meminta top up voucher dengan cara mengancam menggunakan tongkat kayu atau senjata tajam.

“Atau di ruang publik yang lain, di Bandar Selamat, Sunggal, yang memaksa dengan senjata tajam untuk meminta parkir melebihi tarif yang ditetapkan. Atau alih-alih melancarkan lalu lintas tetapi dia menghambat dengan cara meminta uang,” jelasnya.

Meski terlihat sepele dan kecil, tetapi karena itu dilakukan terus menerus kemudian digaungkan maka seakan-akan menjadi pranata sosial yang buruk untuk kota Medan.

“Karena itu, kita sama-sama tinggal di Medan, tidak rela Medan dicap menjadi kota preman. Kita tidak rela Medan menjadi Gotham, kota yang penuh dengan kekerasan seolah-olah TNI, Polri, dan Satpol PP tidak bergerak untuk menghadapinya,” ulasnya.

Dalam kegiatan ini tidak semata-mata dengan penegakkan hukum dan menghadirkan kewenangan yang kita miliki, tetapi melakukan kegiatan lanjutan beruap patroli dialogis bersama.

“Kita sapa masyarakat, baik yang berdagang atau di konter Hp mungkin mereka pernah menjadi korban premanisme. Terlebih kalo aksi ini mengganggu investasi, tabu buat kita untuk membiarkannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga sebagai momentum, menyatukan kekuatan agar pergerakan dapat dilihat oleh masyarakat.

“Kita siap sewaktu-waktu masyarakat mendapatkan ancaman, hal-hal yang tidak diinginkan bisa melaporkan kepada kita,” kata dia.

Ia menambahkan, untuk memudahkan masyarakat untuk melakukan pelaporan khusus untuk Polri telah disiapkan layanan call center 110, begitu pun dengan rekan-rekan lainnya.

“Kita buka selebar-lebarnya pengaduan masyarakat soal premanisme, ini menjadi ibadah buat kita,” pungkasnya. (*)

Editor : mangampu sormin

Berita Terkait

Bobby Dorong Perda Larangan Vape dan Panti Rehabilitasi Narkoba
Pembacok Penjaga Malam di Belawan Ditangkap
Massa IPNU Kota Medan Minta Kejari Usut Sewa Menyewa Lahan Aksara Kuphie
Dinas CKTR dan Sat Pol PP Deli Serdang Bongkar Rumah Mewah di Jalan Mawar Komplek Cemara Asri
Selama Operasi Pekat 2026, Polrestabes Medan Ungkap 119 Kasus dan Ringkus 184 Tersangka
Gudang Ekspedisi di Medan Terbakar
Mutasi PJU Polrestabes Medan, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim Diganti
Ruko di Marelan Terbakar, Satu Wanita Tewas dan Dua Luka-luka

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:50 WIB

Bobby Dorong Perda Larangan Vape dan Panti Rehabilitasi Narkoba

Rabu, 15 April 2026 - 20:45 WIB

Pembacok Penjaga Malam di Belawan Ditangkap

Selasa, 14 April 2026 - 18:50 WIB

Massa IPNU Kota Medan Minta Kejari Usut Sewa Menyewa Lahan Aksara Kuphie

Selasa, 14 April 2026 - 15:54 WIB

Dinas CKTR dan Sat Pol PP Deli Serdang Bongkar Rumah Mewah di Jalan Mawar Komplek Cemara Asri

Senin, 13 April 2026 - 21:41 WIB

Selama Operasi Pekat 2026, Polrestabes Medan Ungkap 119 Kasus dan Ringkus 184 Tersangka

Berita Terbaru

Berita

Pria di Deli Serdang Bakar Rumah Ibunya

Sabtu, 18 Apr 2026 - 19:50 WIB

OLAHRAGA

PSMS Medan Harus Menang Atas Sriwijaya FC

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:03 WIB