Agus Sutiana: Merawat Kuda Harus Sabar

Rabu, 18 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus Sutiana

SERGAI – Hasil maksimal bagi kuda yang ikut berlomba tak terlepas dari peran perawatnya. Bagi perawat kuda, dibutuhkan kesabaran dan ketenangan.

Seperti pengakuan Agus Sutiana. Perawat kuda untuk tim DKI Jakarta di PON XXI 2024 ini mengaku bangga atas pekerjaannya tersebut.

Memulai pembicaraannya dengan wartawan, bapak dua anak ini mengaku menjadi perawat kuda profesional sejak tahun 2013.

Memang sejak masih kecil, ia sudah dekat dengan ternak kuda di kampungnya. “Masih kecil sudah sering merawat kuda bang. Tapi untuk kuda balap seperti ini baru tahun 2013,” ujarnya.

Menurutnya, merawat kuda memang gampang gampang susah. Apalagi yang dirawat termasuk hewan liar. “Tapi dengan kesabaran dan rasa senang, kuda yang awalnya liar baru bisa jinak,” tambahnya.

Baginya, untuk menjinakkan seekor kuda memerlukan waktu paling lama dua bulan. Karena kuda yang baru mau dirawat, perlu penyesuaian tempat.

“Perlu waktu paling lama dua bulan membuat kuda jinak,” terang pria kelahiran Bogor ini.

Selama 11 tahun menjadi perawat kuda, kuda yang dirawat Agus bersama rekan setimnya sudah berhasil meraih beberapa medali emas. Di PON 2024, Agus bersama perawat kuda lainnya, sudah menyumbangkan 4 medali emas untuk DKI Jakarta.

Terkait makanan, Agus menjelaskan kuda makan tiga kali sehari. Mulai dari rumput hingga pelet. Tapi itu tergantung keperluan ternak kuda. Kalau mau digunakan balap, diberikan nutrisi yang sesuai.

“Biasanya saat mau balapan kami menggunakan makanannya merk Traktor ditambah nutrisi lainnya. Soal minuman tak masalah, asalkan bersih,” terangnya lagi.

Pria yang sekarang bekerja di AR Team ini menjelaskan, bahwa kuda impor yang sering digunakan untuk lomba merawatnya agak susah karena harus ekstra hati-hati memberikan makanan dan lainnya.

“Kuda impor yang sering digunakan untuk balap berasal dari Jerman, Belgia dan Belanda. Dan sekarang yang favorit berasal dari Belgia,” tuturnya.

Saat ini di AR Team, mereka merawat 20 ekor kuda impor dan 5 ekor milik Irfan Hakim.

Terkait lokasi PON XXI 2024 cabor berkuda yang dilaksanakan di Jericho Stable ini, Agus mengaku sudah lumayan. “Lokasi ini sudah lumayan dijadikan tempat lomba,” jelasnya lagi.

Saat merawat kuda, Agus tak terlepas dari masalah yakni ditendang, digigit dan diseret-seret kuda. Tapi itu tak masalah baginya, karena kepuasannya bisa menjinakkan kuda liar dan menjadikannya kuda lomba. (sor)

Berita Terkait

PSMS Medan Bermain Imbang dengan Adhyaksa FC
PSMS vs Adhyaksa FC, Duel Krusial
PSMS Hanya Menang 1-0 atas Sriwijaya FC
PSMS Medan Harus Menang Atas Sriwijaya FC
Real Madrid Tersingkir dari Liga Champions
Tim Sambalado Polrestabes Medan Juara II Turnamen Domino Piala Gubsu 2026
Bobby Nasution Saksikan Langsung Sprint Rally Sumut 2026
Unggul Pemain, PSMS Kalah

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 10:44 WIB

PSMS Medan Bermain Imbang dengan Adhyaksa FC

Sabtu, 25 April 2026 - 09:44 WIB

PSMS vs Adhyaksa FC, Duel Krusial

Minggu, 19 April 2026 - 22:11 WIB

PSMS Hanya Menang 1-0 atas Sriwijaya FC

Sabtu, 18 April 2026 - 14:03 WIB

PSMS Medan Harus Menang Atas Sriwijaya FC

Kamis, 16 April 2026 - 13:01 WIB

Real Madrid Tersingkir dari Liga Champions

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Seluruh Pimpinan Ranting Deklarasikan Dukungan ke Joni Irawan ST

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:47 WIB

DAERAH

BNNK Binjai Terima Kunjungan Sub Denpom 2/5-2 Binjai

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:46 WIB