PSMS Medan Bermain Imbang dengan Adhyaksa FC

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IMBANG: Pemain PSMS Medan dan Adhyaksa FC saat berebut bola. (ist/sadamanews.com)

MEDAN – sadamanews.com – Meski hanya bermain 10 orang, PSMS Medan berhasil menahan imbang 1-1 tamunya Adhyaksa FC pada lanjutan Liga 2 Pegadaian di Stadion Utama Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu (25/4/2026) malam.

Bagi PSMS, hasil ini bagaikan tiket selamat dari jerat degradasi. Bagi Adhyaksa? Puncak klasemen pun melayang.

Laga yang digelar dihadiri ribuan suporter fanatik ini langsung tersulut sejak menit awal. Tim tamu datang dengan peta mengintai. Namun, skema mereka hampir berbuah petaka saat lini belakang PSMS lengah di menit ke-5. Sebuah blunder membiarkan bola liar jatuh ke kaki Adilson, bomber asing haus gol Adhyaksa.

Refleks super cepat kiper PSMS, Reky Rahayu, menjadi penyelamat. Ia berani keluar dari sarangnya hingga benturan keras tak terhindarkan. Hasilnya? Kartu kuning untuk Adilson. Peringatan dini untuk tuan rumah.

Memasuki menit ke-25, laga menjadi adu taktik. PSMS mulai menekan, tetapi pertahanan rapat Adhyaksa bagaikan tembok beton. Tendangan jarak jauh selalu kandas. Sebaliknya, Adhyaksa justru berbahaya lewat serangan balik. Namun, kedua tim terlalu berhati-hati. Skor 0-0 bertahan hingga menit ke-35.

Hingga akhirnya, petasan suporter meledak di menit ke-43. Bukan gol, melainkan nyaris! Adilson lagi-lagi menjadi mimpi buruk bagi barisan belakang PSMS. Tepat sebelum turun minum, drama sesungguhnya dimulai. Menit ke-45, Arif Setiawan memecah kebuntuan! Sepakan terukurnya merobek jala Adhyaksa. Stadion bergemuruh. PSMS unggul 1-0. Wasit Lawita memberikan 4 menit injury time, tetapi skor bertahan hingga babak pertama usai.

Babak kedua adalah babak yang berbeda. Pelatih Adhyaksa, Ade Suhendra, gerak cepat. Dua pemain ditarik masuk, energi baru untuk menggempur pertahanan PSMS. Namun, petaka menghampiri tuan rumah di menit ke-50.

Reky Rahayu kembali melakukan penyelamatan heroik dengan menghadang Adilson. Wasit awalnya ragu, tetapi setelah cek VAR selama hampir 3 menit, keputusan keluar: Kartu Merah untuk Reky Rahayu! PSMS harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-50. Eko Purdjianto, pelatih PSMS, langsung menarik Clayton dan memasukkan Gundandi. Semua orang menyangka Adhyaksa akan mencetak gol.

Tapi sepakbola itu tak pernah linear. Di menit ke-65, giliran pemain Adhyaksa, Razan Akbar, yang harus mandi lebih cepat usai menerima kartu kuning kedua. Jumlah pemain berimbang lagi: 10 lawan 10. Stadion seketika berubah jadi teater tragedi dan komedi.

Tekanan demi tekanan dibangun Adhyaksa. Barulah di menit ke-76, wasit Lawita menunjuk titik putih. Penalti untuk Adhyaksa FC. Adilson si algojo sukses menjalankan tugas. Skor 1-1! 15 menit tersisa plus 8 menit injury time yang dramatis—total 23 menit waktu tersisa untuk menentukan nasib.

Adhyaksa menggebu. Mereka mengurung pertahanan PSMS yang tinggal 10 orang. Namun, semangat “Ayam Kinantan” tak padam. Tendangan demi tendangan digagalkan barisan belakang PSMS yang bertahan mati-matian.

Hingga peluit panjang berbunyi. Skor 1-1. Ambisi Adhyaksa FC untuk menduduki puncak klasemen gagal total. Mereka bukan hanya gagal curi poin, tetapi juga kehilangan singgasana.

Hasil ini adalah pukulan knockout secara psikologis. Adhyaksa FC (48 poin) kini tergeser ke peringkat 2 Grup 1. Mereka harus puas melewati jalur playoff untuk promosi. Sementara rival abadinya, Garudayaksa FC (49 poin) , naik ke puncak setelah menang atas Sriwijaya FC. Selisih dua poin menjadi jarak yang teramat berharga dengan dua laga tersisa.

Pelatih Adhyaksa, Ade Suhendra, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. “Babak pertama kami terlalu defensif. Perubahan di babak kedua membuahkan gol, tapi itu tidak cukup. Kami harus menang di laga terakhir lawan Sriwijaya. Jika tidak, playoff sudah di depan mata.”

Soal kepemimpinan wasit, Suhendra memilih tutup mulut. “Saya tidak mau menjudge wasit. Saya merasa dirugikan, tapi secara teknis, kami gagal mencuri poin,” tegasnya diplomatis.

Di sisi lain, Pelatih PSMS Eko Purdjianto yang ditemani pemain belakang Erwin Gutawa justru lega. “Anak-anak sudah bermain maksimal. Sayangnya, kami tak bisa mempersembahkan kemenangan di momen HUT PSMS. Tapi saya apresiasi perjuangan mereka. Reky Rahayu pasti absen lawan Persiraja nanti, tapi Gunadi tampil cukup memuaskan. Kita evaluasi untuk laga tandang terakhir,” pungkas Eko. (sormin)

Berita Terkait

PSMS vs Adhyaksa FC, Duel Krusial
PSMS Hanya Menang 1-0 atas Sriwijaya FC
PSMS Medan Harus Menang Atas Sriwijaya FC
Real Madrid Tersingkir dari Liga Champions
Tim Sambalado Polrestabes Medan Juara II Turnamen Domino Piala Gubsu 2026
Bobby Nasution Saksikan Langsung Sprint Rally Sumut 2026
Unggul Pemain, PSMS Kalah
Tim Sambalado Polrestabes Medan Masuk Babak 8 Besar Turnamen Dam Batu Piala Gubsu 2026

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 10:44 WIB

PSMS Medan Bermain Imbang dengan Adhyaksa FC

Sabtu, 25 April 2026 - 09:44 WIB

PSMS vs Adhyaksa FC, Duel Krusial

Minggu, 19 April 2026 - 22:11 WIB

PSMS Hanya Menang 1-0 atas Sriwijaya FC

Sabtu, 18 April 2026 - 14:03 WIB

PSMS Medan Harus Menang Atas Sriwijaya FC

Kamis, 16 April 2026 - 13:01 WIB

Real Madrid Tersingkir dari Liga Champions

Berita Terbaru

DAERAH

Wabup Dorong Pemuda Lestarikan Gendang Guro-Guro Aron

Minggu, 26 Apr 2026 - 10:47 WIB

OLAHRAGA

PSMS Medan Bermain Imbang dengan Adhyaksa FC

Minggu, 26 Apr 2026 - 10:44 WIB