Gubernur Sumut Bobby Nasution Terima Satya Lencana Wirakarya dari Presiden

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERIMA: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima tanda kehormatan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Gubernur Bobby merupakan salah satu dari beberapa penerima tanda kehormatan dari Presiden pada Panen Raya dan Pengumuman Swasembada di Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
(DINAS KOMINFO SUMUT)

JAWA BARAT – sadamanews.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima tanda kehormatan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Gubernur Bobby merupakan salah satu dari beberapa penerima tanda kehormatan dari Presiden pada Panen Raya dan Pengumuman Swasembada di Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Penghargaan tersebut diberikan Presiden sebagai penghargaan atas jasanya terhadap peningkatan produksi padi atau beras, sehingga Sumatera Utara mengalami surplus di tahun 2025. Produksi padi Sumut tahun 2025 mencapai 2,75 juta ton gabah kering giling (GKG) dan produksi jagung sebesar 1,2 juta ton. Hal tersebut turut berkontribusi pada capaian swasembada pangan nasional yang diumumkan Presiden.

Menurut Presiden, swasembada merupakan kemenangan penting Indonesia. Tidak ada bangsa yang merdeka jika pangan tidak tersedia untuk rakyat.

“Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan tergantung bangsa lain,” ujar Presiden.

Dikatakan Presiden, Covid-19 membuka mata dan merupakan sebuah peringatan bagi Bangsa Indonesia. Pada saat Covid-19 tidak ada negara yang mau menjual beras pada Indonesia.

“Dan ini sudah dibuktikan, begitu ada Covid, negara yang punya beras tidak mau jual ke kita, waktu covid, membuka mata, waktu covid, pandemi adalah peringatan bagi Bangsa Indonesia jangan mau, jangan lengah, jangan tergantung bangsa lain, apalagi untuk makan,” kata Presiden.

Negara Indonesia yang begitu makmur karena memiliki potensi yang melimpah seharusnya tidak bergantung dengan negara lain untuk urusan pangan. Indonesia dikaruniai oleh bumi yang luas, kaya dan tanah yang subur.

“Tidak masuk di akal saya bagaimana negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita, kita impor, impor pangan, tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya,” ujar Presiden. (ril/Sormin)

Berita Terkait

Pemprov dan DPRD Sumut Tuntaskan Evaluasi P-APBD 2026, Pendapatan Daerah Naik Rp1,29 Triliun
Pemprov Sumut Percepat Penyerahan Aset RSUD dr M Thomsen Nias
Ka. SPI Perumda Tirtanadi Bantah Adanya Temuan BPK 170 Paket “Emergency”
Dalam Sehari, 12 Ketua Ranting PP di Kabupaten Deliserdang Terpilih Secara Aklamasi
Pemprov Sumut Siapkan Taman Kehati 14 Hektare, Bangun Ekologi Baru di Kwala Bekala
Polrestabes Medan Budidayakan 16.000 Bibit Lele untuk Ketahanan Pangan
Pendaftaran Balon Ketua PWI Sumut Dibuka 2-6 Nopember 2026
Dinas LHK Pastikan Tidak Ada Titik Api, Kabut Asap di Sumut Kiriman Luar Daerah

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Pemprov dan DPRD Sumut Tuntaskan Evaluasi P-APBD 2026, Pendapatan Daerah Naik Rp1,29 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Pemprov Sumut Percepat Penyerahan Aset RSUD dr M Thomsen Nias

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Ka. SPI Perumda Tirtanadi Bantah Adanya Temuan BPK 170 Paket “Emergency”

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Dalam Sehari, 12 Ketua Ranting PP di Kabupaten Deliserdang Terpilih Secara Aklamasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Pemprov Sumut Siapkan Taman Kehati 14 Hektare, Bangun Ekologi Baru di Kwala Bekala

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Sukseskan HUT PP ke-67, Joni Irawan Sumbang 100 Goni Beras

Senin, 19 Okt 2026 - 23:02 WIB