Bupati Deli Serdang: Penanganan Stunting Harus Berbasis Data

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIMPIN: Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS yang juga Ketua TPPS Deli Serdang, memimpin Rapat Review Kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025 di Aula Cendana, Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Selasa (23/12/2025).
(Foto Diskominfostan Deli Serdang)

LUBUK PAKAM – sadamanews.com – Penanganan stunting tidak boleh dilakukan secara seremonial, melainkan harus berbasis data yang akurat, terklasifikasi, dan terukur hasilnya.

Instruksi ini disampaikan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan di Rapat Review Kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025 di Aula Cendana, Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Selasa (23/12/2025).

“Fokuskan intervensi pada 148 anak yang berpotensi pulih, dengan perlakuan yang disesuaikan berdasarkan usia, berat badan, dan kondisi medis. Jangan samakan perlakuan anak usia satu tahun dengan anak yang mendekati lima tahun. Penanganan harus progresif, terukur, dan agresif, terutama bagi anak yang mendekati batas usia lima tahun,” ucap Bupati.

Selain itu, penguatan validasi data dan integrasi lintas sektor juga merupakan hal penting dalam penanganan stunting, sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) No.72 Tahun 2021.

Seluruh data stunting haeus diinput melalui satu sistem yang terkoordinasi hingga tingkat kecamatan dan desa.

“Masalah stunting bukan hanya urusan Dinas Kesehatan. Ini persoalan multidimensi. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua OPD terkait harus bergerak bersama,” tegas Bupati.

Bupati juga menyoroti pentingnya penanganan Keluarga Risiko Stunting (KRS) dengan melakukan klasifikasi menjadi kategori ringan, moderat, dan berisiko tinggi (high potential), sehingga intervensi dapat dilakukan lebih tepat sasaran, khususnya kepada ibu hamil, ibu menyusui, baduta, dan balita.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS yang juga Ketua TPPS Kabupaten Deli Serdang, menyampaikan apresiasi atas capaian penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Deli Serdang.

Berdasarkan data, prevalensi stunting di turun signifikan dari 33,8 persen pada tahun 2023 menjadi 19,6 persen di tahun 2024.

“Ini hasil kerja keras dan kolaborasi kita semua,” ungkap Wabup.

Pun begitu, Wabup menegaskan, perjuangan belum selesai. Untuk itu, seluruh jajaran TPPS harus terus memperkuat pendampingan keluarga, meningkatkan akurasi data, mempercepat digitalisasi pelaporan, serta mengoptimalkan dana desa sesuai prioritas nasional.

“Dengan komitmen yang kuat, sinergi lintas sektor, dan kerja bersama hingga ke tingkat desa, saya yakin Kabupaten Deli Serdang mampu mencapai target nasional penurunan stunting dan mewujudkan generasi emas,” tegas Wabup. (sdn/Sormin)

Berita Terkait

Polrestabes Medan Gagalkan Pengiriman 24 Kg Sabu ke Jakarta
Kades se-Kecamatan Pangaribuan Pikul Peti Jenazah Janpiter Sormin ke Pemakaman
Rampas HP Seorang Ibu yang Duduk di Kursi Roda, Boncel Ditangkap
Penipu dengan Modus DP Mobil Diringkus Polsek Medan Timur
Gempa Guncang Aceh dan Medan
PGN Akui Miliki Jaringan Gas di Grand Polonia Medan
Polisi Pastikan Tiga Orang Tewas di Grand Polonia Medan
PWI Sumut Laporkan Hotman Paris Hutapea ke Polda

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:29 WIB

Polrestabes Medan Gagalkan Pengiriman 24 Kg Sabu ke Jakarta

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:29 WIB

Kades se-Kecamatan Pangaribuan Pikul Peti Jenazah Janpiter Sormin ke Pemakaman

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:43 WIB

Rampas HP Seorang Ibu yang Duduk di Kursi Roda, Boncel Ditangkap

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:19 WIB

Penipu dengan Modus DP Mobil Diringkus Polsek Medan Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:18 WIB

Gempa Guncang Aceh dan Medan

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Polrestabes Medan Gagalkan Pengiriman 24 Kg Sabu ke Jakarta

Kamis, 23 Jul 2026 - 14:29 WIB