TUNJUKKAN : Evi Endang Kartika (58) menunjukkan foto anaknya, Syafarudin Sembiring (30) di handphone.
MEDAN – sadamanews.com – Selama dua pekan, Evi Endang Kartika (58) Jalan Karya Gang Salak Dalam, Kelurahan Karang Berombak, Medan masih terus mengingat anaknya, Syafarudin Sembiring (30) yang ditemukan tewas dan membusuk di sebuah lahan kosong.
“Jadi si Udin (sapaan akrab Syafarudin) ini memang enggak tinggal di sini, hanya sering datang untuk makan, mandi, merokok, abis itu pergi lagi,” ucap Evi sambil mengusap air mata, Selasa (25/11/2025).
Berdasarkan keterangan ibu korban, diperkirakan anaknya tewas membusuk dikarenakan kelaparan. Menurut Evi, Udin diketahui bekerja sebagai serabutan, kadang sebagai supir angkot dengan rute Kelumpang-Hamparan Perak, kadang sebagai supir serep.
“Kerjaan dia itu serabutan dan tidak ada penghasilan, bisa jadi kelaparan dan meninggal dunia,” tambah Evi dengan nada prihatin.
Ibu kandung korban mengungkapkan bahwa anaknya terakhir dilihat oleh adik kandungnya sekitar dua minggu lalu di sekitaran Kampung Lalang Pasar V.
“Baju dan celana yang digunakan anaknya itu persis saat dilihat adik kandungnya pas ditemukan jadi mayat.” katanya.
Hingga kini, keluarga korban terutama ibu kandungnya masih diliputi tanda tanya mengenai penyebab kematian Udin.
“Kami belum bisa memastikan apa penyebab kematiannya, karena dari hasil otopsi tidak ada tanda kekerasan di bagian tulang-tulangnya,” jelas Evi.
Namun, Evi menyampaikan kecurigaannya sementara itu diracuni atau overdosis sabu.
“Karena ditemukan ada alat hisap boong. Kemungkinannya overdosis. Karena disitu sudah ada barang bukti.” terangnya.
Evi berharap penyebab anaknya tewas segera terungkap. (sormin)








