DORONG : Warga saat mendorong kenderaannya di badan jalan yang banjir di Pasar 3 Tembung. (sadamanews.com)
PERCUT SEI TUAN – sadamanews.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Medan dan Deliserdang pada Kamis (16/10/2025) dinihari, membuat beberapa ruas jalan banjir.
Hal ini membuat anak sekolah dan warga yang mau bekerja kelimpungan. Selain banjir di jalan utama, kemacetan parah pun terjadi.
Selain jalan, puluhan rumah dan sekolah pun turut banjir. Hal ini membuat anak sekolah tak bisa belajar seperti biasa.
Parahnya, banjir hampir setengah meter terjadi di Pasar 3 Tembung, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang. Banyak kenderaan yang mogok membuat warga semakin kesal.
Dan parahnya, warga harus hati-hati saat melintas karena di sebelah kanan jalan ada parit besar yang airnya rata dengan ruas jalan.
“Kami takut melintas karena di pinggir jalan ada parit besar dan dalam,” ujar Rina
salah seorang warga kepada wartawan.
Tambah Rina, banjir tersebut sudah diberitahu kepada kepling dan kades, tapi hingga saat ini belum turun ke lokasi.
“Di sini sering banjir karena parit ditutupi sampah dan bangunan di atas parit. Walau sudah diberitahu ke kades tapi tak pernah dihiraukan,” tambahnya.
Untuk itu Rina berharap Bupati Deliserdang turun ke lokasi untuk mengatasi keluhan warga.
Banjir yang sama juga dialami warga yang bermukim di Desa Lau Dendang dan Desa Sampali. Badan jalan dilanda banjir sehingga macet parah terjadi.
Warga yang hendak menuju Medan mengalami kemacetan.
Amatan wartawan, kemacetan diawali dari jalan besar Tembung depan bekas kantor Camat Percut Sei Tuan hingga ke Titi Sewa.
Warga yang mengejar waktu mengambil jalur dari Desa Lau Dendang. Dan di lokasi tersebut, tepatnya depan perumahan Citra Land kemacetan parah terjadi.
Warga mengambil jalur alternatif dari Jalan Sampali. Lagi-lagi kemacetan parah terjadi. Dan parahnya badan jalan yang selama ini tak pernah banjir persisnya di depan lapangan bola Sampali yang kini sudah dipagar pengembang warga kembali menjadi korban banjir.
Gerutu dan kesal keluar dari mulut para pengendara. Takut kenderaan mogok, sebagian ada yang berhenti menunggu banjir surut.
“Dari pada masuk air, terpaksa tunggu di sini dulu bang,” ujar Rizal, seorang buruh bangunan yang hendak bekerja ke arah Jalan Sutomo.
Hingga pukul 09.00 wib, banjir belum surut dan kemacetan arus lalu lintas masih terjadi. (sormin)









