CURI: Lansia saat mencuri tas pegawai grosir kosmetik. (ist/sadamanews.com)
MEDAN – sadamanews.com – Aksi pencurian diduga dilakukan seorang wanita lanjut usia (lansia) terekam kamera pengawas di sebuah grosir kosmetik di Pasar Petisah, Kota Medan, pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 16.53 WIB.
Dari rekaman Closed-Circuit Television (CCTV), terlihat seorang wanita diperkirakan berusia 60-an tahun dengan tenang mengambil tas milik seorang pegawai kosmetik yang diletakkan di dalam rak.
Sebelum beraksi, pelaku terlebih dahulu berpura-pura menjadi pembeli dan berniat membeli barang-barang yang dijual di grosir tersebut.
Saat pegawai dan para pengunjung sedang lengah, dengan cepat pelaku beraksi mengambil tas tersebut.
Tas tersebut berisi uang tunai sebanyak Rp 1 juta, satu unit ponsel, surat tanda nomor kendaraan (STNK) sepeda motor, serta kartu ATM.
Salah seorang pegawai grosir kosmetik, Dewi menceritakan bahwa pelaku sempat tiga kali berusaha mengambil tas tersebut.
“Ibu ini jalan, tengok, ambil. Ada orang balik, ditengoknya lagi. Karena tidak peduli, ada tiga kali balik-balik, terus diambilnya karena kami sedang lengah,” ujar Dewi saat ditemui awak media, Selasa (5/5/2026).
Dewi mengungkap bahwa di dalam tas tersebut terdapat dua barang penting, yaitu satu ponsel dan uang tunai, serta dokumen seperti KTP, ATM, STNK, dan kunci kendaraan.
Dewi menduga bahwa pelaku telah lama mengincar tas milik pegawai toko tersebut, namun aksinya sempat gagal beberapa kali karena suasana pasar yang ramai oleh pengunjung dan pekerja lain.
Korban pun segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan Baru.
Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan dan diharapkan dapat segera menangkap pelaku yang masih buron.
“Kami berharap pelaku secepatnya ditangkap agar,” kata Dewi mewakili harapan korban.
Terpisah, Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat saat dikonfirmasi via WhatsApp mengenai adanya pencurian tas milik karyawan toko kosmetik. Ia belum mengetahui korban sudah membuat laporan atau belum.
“Kita cek dulu ya laporan korban, kalau ada laporannya pasti kita lakukan penyelidikan,” pungkasnya. (sormin)








