Terparah, 23 Warga Kecamatan Adiankoting Meninggal karena Banjir dan Longsor

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CARI : Petugas masih mencari korban banjir dan longsor. (ist/sadamanews.com)

TAPUT – sadamanews.com – Kecamatan Adiankoting menjadi wilayah terparah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara pada (25/11/2025).

Total 23 orang korban meninggal dunia dan 22 orang telah berhasil di evakuasi hingga tanggal  02 Desember 2025.
Material longsor yang menutup badan jalan sepenuhnya mengakibatkan akses menuju lokasi tidak dapat dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Namun saat ini sudah dibuka oleh puluhan alat berat yang bekerja keras membersihkan badan jalan sampai Parsikkaman sudah bisa diakses oleh kendaraan.

Ratusan rumah roboh/rusak tertimbun tanah tanah terlihat sepanjang jalan Tarutung-Sibolga  sampai Parsikkaman.  Ratusan kendaraan roda 2,4 dan truck terjebak, tertimbun tanah sepanjang jalur bencana.

Kurang lebih 80.000 hektar persawahan dan kebun rusak berat dan ringan tertimbun longsor dan tertimbun tanah yang dibawa oleh luapan air bandang.

Harta benda serta hewan ternak masyarakat raib di telan bumi bersama datangnya musibah ini. Kerugian diperkirakan sekitar 3 triliun rupiah.

Bantuan terus mengalir masuk dari berbagai organisasi dan pemerintah, ada yang disalurkan langsung ada iuga yang lewat pos yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Tapanuli Utara.

Proses penyaluranya lewat berbagai cara, ada yang dijemput langsung oleh warga terisolir, ada yang dikirim langsung oleh anggota TNI mengunakan sepeda motor berkeranjang ke dusun dan desa yang belum bisa diakses oleh kendaraan roda 4.

Tim Pamong Praja diperintahkan langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Jonius TP Hutabarat dan Wakil Deni Lumbantoruan. Mengantar langsung bantuan dengan berjalan kaki menuju Desa terisolir seperti Desa Torhonas dengan beban 15-20 kg/orang dan mereka sudah kembali dengan selamat membawa informasi dari Desa Torhonas.

Dan sebagian bantuan dikirim mengunakan helikopter ke desa yang sulit dijangkau lewat akses darat seperti Parmonangan dan Desa lainya, karena sampai saat ini masih ada dusun dan desa yang terisolir tanpa listrik dan signal telepon.

Tim Gabungan TNI dan Basarnas masih terus melakukan pencarian korban yang belum ditemukan, dan puluhan alat berat terus bergerak membersihkan timbunan tanah dari badan jalan menuju perbatasan Tapanuli Utara – Tapanuli Tengah. (sdn/Sormin)

Berita Terkait

Polisi Pastikan Tiga Orang Tewas di Grand Polonia Medan
PWI Sumut Laporkan Hotman Paris Hutapea ke Polda
Korban Ledakan Rumah Mewah di Polonia Medan Ditemukan
Viral Bawa Sajam, Lima Anggota Geng Motor POC Ditangkap Resmob Polrestabes Medan
Ledakan di Grand Polonia Medan Diduga Akibat Pipa Gas Bocor
Pengakuan Tukang, Diduga Tiga Orang Meninggal Akibat Ledakan di Polonia Medan
Bungkam Argentina, Spanyol Juara Dunia
Teguh Kembali Pimpin PP Ranting Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:42 WIB

Polisi Pastikan Tiga Orang Tewas di Grand Polonia Medan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:59 WIB

PWI Sumut Laporkan Hotman Paris Hutapea ke Polda

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:15 WIB

Korban Ledakan Rumah Mewah di Polonia Medan Ditemukan

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:21 WIB

Viral Bawa Sajam, Lima Anggota Geng Motor POC Ditangkap Resmob Polrestabes Medan

Senin, 20 Juli 2026 - 20:33 WIB

Ledakan di Grand Polonia Medan Diduga Akibat Pipa Gas Bocor

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Polisi Pastikan Tiga Orang Tewas di Grand Polonia Medan

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:42 WIB

BERITA UTAMA

PWI Sumut Laporkan Hotman Paris Hutapea ke Polda

Selasa, 21 Jul 2026 - 18:59 WIB

Oplus_131072

BERITA UTAMA

Korban Ledakan Rumah Mewah di Polonia Medan Ditemukan

Selasa, 21 Jul 2026 - 18:15 WIB