MERIAH: Ven. Master Kuan Ru (atas). Dan bawah Alwi (kiri) didampingi Rusli Nauli (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan.
DELISERDANG – Ribuan umat Buddha hadiri kegiatan ritual Puja Asap (Yen Kung) yang dipimpin Ven. Master Kuan Ru (Taiwan) di Prasadha Jinadhammo Komplek MMTC, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) pada Senin (2/6/2025).
Di hadapan ribuan umat, Ven. Master Kuan Ru meminta untuk terus belajar ajaran Buddha. Melatih diri dan hati untuk meraih banyak kebahagiaan.
Tambah Ven. Master Kuan Ru, Yen Kung merupakan upacara pelimpahan jasa sebagai perwujudan cinta kasih kepada leluhur maupun almarhum keluarga yang sudah meninggal. Dengan tujuan almarhum terlahir kembali menjadi lebih baik dan bahagia.
“Tujuan spesifik Puja Asap ini dapat menghilangkan rintangan karma, baik yang berasal dari kehidupan sekarang maupun masa lalu. Berusaha mengumpulkan jasa dan kebijaksanaan, yang merupakan dua faktor penting dalam mencapai pencerahan,” tambahnya.
Juga dianggap dapat memberikan manfaat bagi semua makhluk, termasuk makhluk yang berada dalam alam bardo (keadaan peralihan antara kematian dan kelahiran kembali), roh-roh, serta makhluk halus lainnya.
Ven. Master Kuan Ru juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Alwi yang selalu peduli terhadap masyarakat dan vihara.
Rusli Nauli selaku panitia mengatakan Puja Asap kali ini berbeda dengan yang lain. Pasalnya Ven. Master Kuan Ru menggunakan terigu, madu, susu lalu dicampur air.
Selain itu, umat harus membaca mantra 1008 sebelum melempar dupa ke asap.
“Puja Asap ini bertujuan membantu arwah arwah dan makhluk makhluk yang tak kelihatan naik ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Tambah Rusli Tan, Ven. Master Kuan Ru didampingi 8 orang muridnya.
Para umat Budha yang hadir berasal dari Medan dan daerah lainnnya.
Amatan wartawan, walau cuaca panas, namun para umat tetap serius melakukan pembakaran dupa dan wewangian lainnya, serta melantunkan mantra sebagai bagian dari penyembahan kepada Buddha dan boddhisatwa. (*)
Penulis : mangampu sormin








