RAMPOK: Tangkapan layar rekaman CCTV perampokan lansia di Rumbai. (int/sadamanews.com)
PEKANBARU – sadamanews.com – Perempuan lanjut usia, Dimaris Isni Sitio (60), ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Kurnia 2 Nomor 20, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Rabu (29/4/2026).
Korban pertama kali ditemukan suaminya, Salmon Meha (67), dalam kondisi sudah tidak bernyawa di dalam rumah.
Polsek Rumbai masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan para saksi untuk mengungkap tabir di balik aksi pembunuhan keji tersebut.
Dalam video rekaman CCTV berdurasi 8 menit 39 detik di dalam rumah korban, tampak para pelaku bekerja sama dan berniat menghabisi nyawa korban. Tampak seorang pelaku memegang balok yang diduga sudah dipersiapkan untuk menghabisi nyawa korban.
Hasil sementara autopsi mengungkap bahwa korban meninggal dunia akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala yang menyebabkan pendarahan pada otak hingga berujung pada kegagalan fungsi vital.
Selain menelan korban jiwa, peristiwa ini juga menimbulkan kerugian materi.
“Sejumlah barang berharga milik korban dilaporkan hilang, di antaranya cincin kawin seberat 12 gram, cincin emas sekitar 10 gram, uang dolar Singapura sekitar 400 dolar, satu unit handphone Samsung A55 5G, serta perangkat elektronik seperti musik box dan speaker,” ujar Kanitreskrim Polsek Rumbai, Iptu Dodi Vivino, Kamis (30/4/2026).
Tim gabungan opsnal Polresta Pekanbaru dan Polsek Rumbai sempat mengamankan anak korban bernama Arnold di halte depan restoran di Jalan Riau pada malam hari.
Selain itu, polisi juga mengamankan dua pria yang diduga memiliki keterkaitan dengan pelaku, yakni Rahmat Anton Tumanggor dan rekannya Wahyu Aman Hasugian.
Namun, keduanya mengaku tidak mengetahui keberadaan terduga pelaku utama, Anisa Florensia Br. Tumanggor, yang kini masih dalam pencarian.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan secara intensif, termasuk mendalami keterangan saksi-saksi dan menganalisa rekaman CCTV di sekitar lokasi,” jelas Dodi Vivino.
TAK TAHU
Dari keterangan awal, A mengaku tidak mengetahui ibunya telah menjadi korban pembunuhan. Polisi menyebut A sempat datang ke rumah orang tuanya, namun tidak masuk ke dalam.
“Diduga A dibujuk pelaku lain untuk segera pergi. Namun, hal ini masih kami dalami,” terang Dodi.
Ia juga mengungkap adanya sosok perempuan yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Perempuan tersebut diketahui datang lebih dulu ke rumah korban dengan mengenakan baju hitam dan celana kuning.
“Yang bersangkutan merupakan mantan menantu korban. Ia sempat bersalaman dan berbincang dengan korban sebelum kejadian,” ungkap Dodi.
Peristiwa ini bermula pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB saat suami korban mengajak korban untuk mengurus pajak kendaraan. Namun, korban memilih tetap berada di rumah.
Sekitar pukul 11.00 WIB, suami korban kembali dan mendapati pintu rumah dalam keadaan terbuka serta kondisi rumah berantakan.
Setelah melakukan pencarian, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di area dapur dalam posisi tertelungkup, dengan luka di bagian kepala serta bercak darah di kamar mandi. (bs/sor)









