Mantan Anggota TNI AD Disiksa Sampai Mati, Dalangnya Diduga Oknum TNI

Minggu, 22 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JELASKAN: Kapolrestabes Medan, Kombes Gidion Arif Setyawan saat menjelaskan rangkaian kasus penculikan dan pembunuhan yang melibatkan oknum TNI AD.

MEDAN – Andreas Rurystein Sianipar (44), mantan prajurit TNI Angkatan Darat tewas dengan cara mengenaskan. Tubuhnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Dusun III Bulu Telang, Desa Aek Tapa, Kecamatan Marbo, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sabtu (12/12/2024) sekira pukul 03.00 WIB.

Adapun pelakunya, tiga warga sipil yang diduga didalangi oknum prajurit Kodam I/Bukit Barisan Serka Holmes Sitompul.

Dari hasil autopsi yang dilakukan polisi, ditemukan sejumlah luka pada bagian leher, wajah, dan juga tubuh korban.

Ada indikasi, bahwa Andreas Rurystein Sianipar disiksa dengan cara wajah dilakban, lalu tubuh dipukuli menggunakan benda tumpul.

Akibat perbuatan keji tersebut, korban tewas kehabisan napas.

“Kesimpulan awalnya korban meninggal akibat kehabisan napas akibat jeratan di leher, lalu pembekapan di hidung hingga tidak bisa bernapas,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Setyawan, Sabtu (21/12/2024) malam.

Ia mengatakan, memang saat ditemukan kondisi korban kedua tangannya terikat kabel Telkom.

Kemudian, bagian kepala, mulai dari wajah, mulut dan hidung dilakban.

Dari pemeriksaan, terdapat luka memar pada mulut, tangan, dan punggung korban.
Kuat dugaan, luka ini akibat hantaman benda tumpul.

“Kepala dilakban dan sudah terkelupas menutup mata, serta hidung. Tangan dan punggung mengalami luka memar akibat benda tumpul, kemudian di mulut ada luka memar,” terang Gidion.

Untuk kasus ini, Polrestabes Medan tengah memproses tiga warga sipil yang terlibat langsung membunuh korban.

Ketiganya adalah CJS (23), berperan menjemput korban dan MFIH (25) melakukan penganiayaan, serta FA (37) juga menganiaya korban, menendang, menebas kaki korban menggunakan sebilah parang panjang.

Sedangkan Serka Holmes Sitompul, sudah diserahkan ke Pomdam I/Bukit Barisan.

Disiksa dan Dibunuh di Asrama TNI

Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan membeberkan kronologis kasus penculikan disertai pembunuhan ini.

Dari cerita Gidion, kasus penculikan dan pembunuhan terhadap Andreas Rurystein Sianipar terjadi pada 8 Desember 2024 kemarin.

Baca Juga:   Pengedar Ganja di Rengas Pulau Akhirnya Masuk Bui

Sementara itu, pihaknya baru menerima laporan dari keluarga korban pada 11 Desember 2024.

Menurut Gidion, berdasarkan laporan yang dibuat keluarga Andreas Rurystein Sianipar, bahwa korban mulanya dijemput sejumlah pria dan dibawa ke rumah Serka Holmes Sitompul yang ada di Asrama TNI Abdul Hamid Nasution, Jalan Medan-Binjai Km 10, Kecamatan Sunggal.

Di sana, korban disekap dan dianiaya sedemikian rupa.

Mulai dari dipukul, ditendang, hingga dihantam menggunakan benda tumpul.

Lokasi penganiayaan tidak hanya di rumah dinas Serka Holmes Sitompul saja, tapi juga di kandang sapi yang ada di belakang rumah oknum TNI AD tersebut.

Setelah membunuh korbannya, para pelaku kemudian membuang jasadnya ke daerah Labuhanbatu.

Penangkapan para pelaku berangkat dari laporan keluarga korban.

Setelah menerima laporan, polisi kemudian menangkap para pelakunya.

Dari seorang pelaku, diketahuilah keberadaan jenazah Andreas Rurystein Sianipar.

Saat ditemukan, kondisinya benar-benar mengenaskan.

Polisi pun langsung berkoordinasi dengan keluarga korban, atas penemuan jenazah tersebut.

Motif penculikan dan pembunuhan ini diduga terkait paut masalah mobil rental.
Korban sempat merental mobil milik Serka Holmes Sitompul.

Saat merental mobil itu, ternyata ada orang yang mengaku sebagai pemilik sah mobil tersebut.

Kemudian orang dimaksud mengambil mobil yang dirental Andreas Rurystein Sianipar.

Karena hal itulah, Serka Holmes Sitompul murka, dan diduga memerintahkan tiga warga sipil menjemput dan menculik korban hingga menganiayanya hingga tewas. (ril/sor)

Berita Terkait

Kahiyang Ayu Kunjungi Konjen Jepang, Perkenalkan Pesona Sumut
Yayasan Gerakan Sumut Bergiat Luncurkan Program Beasiswa Pendidikan
Polsek Medan Tembung Siaga di SPBU, Pastikan Distribusi BBM Aman, Tertib dan Tepat Sasaran
Bobby Nasution Kembangkan Pelabuhan Roro Jadi Pusat Distribusi Logistik di Kepulauan Nias
Pembangunan Jembatan Sungai Mo’awo Dimulai Tahun Ini, Bobby Nasution Ajak Warga Kawal Bersama
Sumut Jadi Kontributor Utama, Mentan Ajak Mahasiswa USU Kawal Swasembada Pangan
Ruko Tempat Suku Cadang Mobil di Jalan Semarang Medan Terbakar
Bobby Nasution Berharap Alokasi TKD Sumut Tahun 2027 Tetap Setara 2026

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:46 WIB

Kahiyang Ayu Kunjungi Konjen Jepang, Perkenalkan Pesona Sumut

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:39 WIB

Yayasan Gerakan Sumut Bergiat Luncurkan Program Beasiswa Pendidikan

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:27 WIB

Polsek Medan Tembung Siaga di SPBU, Pastikan Distribusi BBM Aman, Tertib dan Tepat Sasaran

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:54 WIB

Bobby Nasution Kembangkan Pelabuhan Roro Jadi Pusat Distribusi Logistik di Kepulauan Nias

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:50 WIB

Pembangunan Jembatan Sungai Mo’awo Dimulai Tahun Ini, Bobby Nasution Ajak Warga Kawal Bersama

Berita Terbaru

DAERAH

Kilau Benang Emas Serdang Warnai Panggung Budaya PRSU ke-50

Minggu, 19 Jul 2026 - 13:21 WIB

BERITA UTAMA

Sarang Narkoba Serba Jadi Digerebek dan Dibakar

Minggu, 19 Jul 2026 - 13:16 WIB