Pembangunan Jembatan Sungai Mo’awo Dimulai Tahun Ini, Bobby Nasution Ajak Warga Kawal Bersama

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TINJAU : Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau kondisi jembatan Sungai Mo’awo di Jalan Yos Sudarso, Gamo, Kota Gunungsitoli, Rabu (15/7/2026).
Diskominfo Sumut / Fahmi Aulia

GUNUNGSITOLI – sadamanews.com – Pembangunan Jembatan Sungai Mo’awo di Kota Gunungsitoli dipastikan mulai dikerjakan tahun ini. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak masyarakat bersama-sama mengawal pelaksanaan proyek tersebut agar berjalan lancar dan memberi manfaat bagi kepentingan publik.

Bobby Nasution meninjau langsung kondisi Jembatan Sungai Mo’awo di Jalan Yos Sudarso, Gamo, Kota Gunungsitoli, Rabu (15/7/2026). Pada kesempatan itu, ia juga berdialog dengan warga mengenai pembangunan jembatan serta berbagai kebutuhan nelayan. Turut mendampingi Walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu, serta sejumlah pimpinan OPD terkait.

Di lokasi, Bobby melihat kerusakan parah pada lantai jembatan yang menyebabkan kemacetan lalu lintas sekaligus membahayakan pengguna jalan. Ia juga meninjau bagian lain yang direncanakan masuk dalam pekerjaan pembangunan tahun ini.

Dalam dialog bersama warga, Bobby menerima sejumlah masukan, mulai dari kebutuhan fasilitas pendukung bagi nelayan, sarana tambat kapal, hingga pembangunan pemecah ombak. Namun, aspirasi yang paling banyak disampaikan adalah percepatan pembangunan Jembatan Sungai Mo’awo yang menjadi penghubung utama Kota Gunungsitoli dengan Kabupaten Nias Utara.

“Saya tahu ini kondisinya sudah memprihatinkan, makanya tahun ini segera kita kerjakan. Saya minta dukungan dari semuanya, agar ini berjalan lancar,” ujar Bobby Nasution.

Ia mengingatkan masyarakat agar bersama-sama mendukung pelaksanaan pembangunan. Menurutnya, proyek tersebut sebenarnya direncanakan mulai tahun lalu, namun tertunda karena berbagai kendala.

“Banyak orang tidak percaya, tetapi saya sudah bertekad ingin membangun (Kepulauan) Nias. Kalau ada yang mencibir, mengejek, bagi saya tidak masalah. Karena kami hadir atas nama pemerintah, dan saya menjalankan tugas negara untuk hadir di sini. Kuncinya, jangan sampai dihalang-halangi,” kata Bobby Nasution.

Pernyataan itu disampaikan setelah beberapa warga mengungkapkan kekhawatiran bahwa pembangunan akan mengganggu usaha atau mata pencaharian mereka.

“Saya tidak berfikir untuk satu orang, tetapi ini kepentingan masyarakat luas. Jadi jangan karena oknum tertentu, urusan publik terhalang.

Jika ada yang belum selesai, kita bisa carikan solusi bersama. Saya juga tidak mau ada masyarakat yang ekonominya terganggu (hilang) akibat pembangunan. Tetapi memang ada dampaknya, dan kita bisa buatkan alternatif sementara selama pekerjaan berlangsung,” tegas Bobby Nasution.

Menanggapi usulan peningkatan fasilitas nelayan, Bobby meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera melakukan kajian bersama pemerintah daerah dan perwakilan nelayan. Kajian tersebut mencakup rencana pembangunan tempat pelelangan ikan (TPI), dermaga perahu nelayan, bangunan pemecah ombak, serta fasilitas pendukung lainnya.

“Saya minta Kepala Dinas terkait untuk membahas itu bersama (nelayan dan pemerintah setempat). Agar kita tahu mengukur datanya seperti apa, dan langkah apa yang bisa kita lakukan. Supaya kita juga tidak asal membangun, jadi harus tahu dulu ukurannya (datanya),” sebutnya.

Selain itu, Bobby juga mempertimbangkan pembangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kelautan dan Perikanan di Gunungsitoli. Keberadaan UPT tersebut dinilai penting untuk mempermudah pelayanan administrasi kapal nelayan di atas 5 GT, termasuk penerbitan rekomendasi guna memperoleh BBM solar bersubsidi di SPBU maupun SPBN.

Sementara itu, Kepala Desa Saewe, Martonlis Telaumbanua, mengapresiasi agenda berkantor Gubernur Bobby Nasution di Kepulauan Nias. Ia berharap kehadiran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mampu mempercepat pembangunan daerah, terutama di sektor infrastruktur yang menjadi penopang kesejahteraan masyarakat, selain pendidikan dan kesehatan. (ril/Sormin)

Berita Terkait

Pemkab Deli Serdang, Polrestabes Medan, dan TNI Bersama Warga Deklarasikan Jermal Tolak Narkoba
Bobby Nasution Minta Penataan Kampung Kreatif Gunungsitoli Prioritaskan Perbaikan Rumah Warga Miskin
Tinjau Pertamina di Nias, Bobby Nasution Upayakan Pencegahan Kelangkaan BBM di Masa Nataru
Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding Buka FGD dan Rakerda DPD HKTI Sumut di Polbangtan Medan
Sapma LMP Sumut Dukung Penuh Pemberantasan Narkoba oleh Ditresnarkoba Poldasu
Sudah Seminggu, Warga Jalan SM Raja Medan Ini Belum Ditemukan
Wabup Lom Lom Suwondo Lepas Touring Harlah ke-13 Asperda Indonesia
Langgar Aturan Lalin, Kapolrestabes Medan Beri Helm ke Pengendara

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Pemkab Deli Serdang, Polrestabes Medan, dan TNI Bersama Warga Deklarasikan Jermal Tolak Narkoba

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Bobby Nasution Minta Penataan Kampung Kreatif Gunungsitoli Prioritaskan Perbaikan Rumah Warga Miskin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Tinjau Pertamina di Nias, Bobby Nasution Upayakan Pencegahan Kelangkaan BBM di Masa Nataru

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:51 WIB

Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding Buka FGD dan Rakerda DPD HKTI Sumut di Polbangtan Medan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Sapma LMP Sumut Dukung Penuh Pemberantasan Narkoba oleh Ditresnarkoba Poldasu

Berita Terbaru