KUNJUNGAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., saat melakukan kunjungan kerja ke Polsek Medan Helvetia. (ist/sadamanews.com)
MEDAN – sadamanews.com – Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., membuka ruang dialog bersama masyarakat melalui kegiatan curhat Warga saat melakukan kunjungan kerja ke Polsek Medan Helvetia, Sabtu (12/9/2026).
Mengangkat tema “Polisi Mendengar, Masyarakat Bicara Bersama Mewujudkan yang Aman dan Kondusif”, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan secara langsung berbagai keluhan, harapan dan masukan terkait keamanan serta ketertiban di lingkungan mereka.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Kota Besar Medan Ny. Nelly Calvijn, rombongan PJU Polrestabes Medan, Kapolsek Medan Helvetia Kompol Paul Edison Simamora, S.S., Camat Medan Helvetia Gunawan Perangin-angin, ST, MM, perwakilan Danramil 06 Helvetia, para lurah, tokoh agama, MUI, KUA, Puskesmas, jajaran lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan, serta pelajar SMA Markus dan SMAN 12 Medan.
Dalam sambutannya, Jean mengatakan keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Kami menyadari bahwa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri tidak bekerja sendiri. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Menurutnya, melalui Curhat Warga, kepolisian dapat mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus mencari solusi secara bersama-sama.
Sejumlah persoalan kemudian disampaikan warga. Niar, warga Kelurahan Helvetia Timur, mengeluhkan aksi pencurian kabel atau kawat yang berada di dalam tanah hingga menyebabkan kerusakan jalan. Ia meminta kepolisian melakukan langkah yang dapat memberikan efek jera kepada pelaku.
Ia juga meminta peningkatan patroli di Jalan Tengku Amir Hamzah dan Simpang Lima Jalan Kapten Sumarsono yang dinilai masih rawan kejahatan jalanan.
Menanggapi hal tersebut, Jean menyoroti fenomena yang disebutnya sebagai “rayap besi”, yakni pelaku yang menyasar kabel, lampu, rumah kosong dan benda berbahan logam yang memiliki nilai ekonomi.
Jean mengatakan, kejahatan tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil. Terlebih, pihaknya menemukan adanya keterkaitan sejumlah pelaku “rayap besi” dengan penyalahgunaan narkoba.
“Yang disampaikan Bu Niar ini terjadi tindak pidana dan tempatnya sudah kita tahu sering terjadi kejahatan jalanan. Kenapa masih terjadi? Ini menjadi PR Polsek Helvetia,” tegasnya.
Sekretaris MUI Kecamatan Medan Helvetia, Gudizul Adha, juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Curhat Warga. Ia mengungkapkan kawasan pemakaman turut menjadi sasaran pencurian besi, termasuk dengan merusak bagian makam untuk mengambil besi dan lampu penerangan.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi Helvetia relatif aman pada siang hari, namun pada malam hari masih ditemukan pengendara sepeda motor menggunakan knalpot brong.
Jean mengatakan persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ia meminta Kapolsek Medan Helvetia dan Camat Medan Helvetia memperkuat sinergi dalam menangani berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.
Ia juga mengingatkan jajaran kepolisian agar tidak menganggap remeh setiap laporan masyarakat, baik yang disampaikan melalui telepon maupun secara langsung ke kantor polisi.
“Jangan pernah menganggap remeh laporan masyarakat, apalagi tidak cek TKP, karena kasus ini hitungannya detik,” katanya.
Dalam kesempatan itu, pelajar SMAN 12 Medan, Tito Nababan, turut menyampaikan pertanyaan mengenai bagaimana membangun kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. Ia menceritakan pengalaman keluarganya yang pernah menyampaikan persoalan kepada polisi pada 2023, namun penanganannya tidak berlanjut.
Keluhan lain disampaikan kepala lingkungan terkait sistem keamanan lingkungan. Pos Kamling telah didirikan, namun kegiatan siskamling belum berjalan aktif karena persoalan iuran warga. Ia juga menyampaikan keresahan terkait aksi geng motor yang kerap terjadi di wilayah Helvetia, termasuk serangan kelompok dari luar wilayah.
Selain itu, persoalan sampah juga menjadi perhatian. Sejumlah orang yang mengambil sisa makanan dari restoran dan kafe disebut meninggalkan sampah berserakan di jalan. Ketika ditegur, mereka justru melakukan perlawanan sehingga kepala lingkungan berharap penertiban dapat dilakukan dengan pendampingan kepolisian.
Menanggapi persoalan geng motor, Jean menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan langkah penindakan sekaligus membangun upaya pencegahan. Ia juga menyebut selama 300 hari kepemimpinannya, jajaran Polrestabes Medan terus bekerja menangani kejahatan jalanan.
“Penindakan sudah sering kita lakukan, namun kenyamanan belum kita rasakan,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran terus bekerja secara konsisten dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Usai kegiatan Curhat Warga, Kapolrestabes Medan menyerahkan tali asih kepada masyarakat dan dilanjutkan foto bersama.
Kunjungan kerja kemudian dilanjutkan dengan apel pengecekan personel Polsek Medan Helvetia. Dalam arahannya, Jean meminta pemetaan terhadap produk intelijen di tingkat Polsek untuk memastikan fungsi deteksi dini berjalan aktif. Ia juga meminta laporan kegiatan pengaturan lalu lintas dari Unit Lantas Polsek Medan Helvetia.
“Bagaimana kita bisa menyelesaikan permasalahan di masyarakat jika internal kita saja belum bisa kita tertibkan,” tegasnya.
Jean juga meminta personel meningkatkan kedisiplinan dan tidak lagi memberikan jawaban “kurang 86” dalam menjalankan tugas.
Sebelum meninggalkan Polsek Medan Helvetia, Kapolrestabes Medan melakukan pemeriksaan perlengkapan personel sekaligus memberikan bantuan kepada anggota. (wil)









