Gubernur Bobby Nasution Mampu Tekan Inflasi

Minggu, 9 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubsu Bobby Nasution

MEDAN – sadamanews.com – Program Jaminan Kestabilan Harga Komoditi Pertanian (Jaskop) yang digagas Gubernur Bobby Nasution berangsur membuahkan hasil. Itu bisa dilihat dari langkah Gubernur Bobby menekan laju inflasi di Sumut yang menunjukkan hasil positif.

Bahkan sejumlah pengamat menilai keberhasilan gubernur termuda-se Indonesia itu menekan inflasi sudah on the track dan memang harus berposes. Karena menekan laju inflasi bukan seperti mencelupkan bara api ke dalam lautan.

Wakil Ketua Umum Kadin Sumut, Isfan Fachruddin SE MSP, Sabtu (8/11/2025) mengatakan penanganan inflasi di Sumut sudah pada ritme yang tepat. Sebab proses menurunnya inflasi memang harus berangsur-angsur serta memiliki ritme yang tepat.

“Pak Gubernur sudah on the track. Jangan dilihat persentase turunnya, karena memang inflasi turun itu harus berproses, tidak bisa seperti memadamkan api ke dalam lautan. Dia harus punya ritme agar tidak terjadi sebaliknya yakni deflasi,” kata Isfan.

Sebagaimana diketahui, inflasi Sumut pada Oktober 2025 berhasil turun menjadi 4,97 persen secara year on year (y/y) dari 5,32 persen sebelumnya.

Isfan yang juga Mantan Legislator DPRD Sumut itu mendorong agar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut dan kabupaten/kota bisa mengikuti ritme yang sudah tepat tersebut. Terutama dinas yang terkait dengan ketahanan pangan serta dinas perdagangan di provinsi dan kabupaten/kota.

“Menjaga rantai pasok serta mengawasi ulah spekulan itu penting agar panen pada November dan Desember ke depan surplus bahan pangan dan harga kita tetap terjaga. Bupati dan Walikota juga harus sering turun langsung karena kabupaten/kota tentu memiliki persoalan yang berbeda,” tegas Isfan.

Salahsatu langkah yang bisa dilakukan kabupaten/kota di Sumut adalah kerjasama lewat barter bahan pangan dengan daerah lain. Itu pernah dilakukan Bobby Nasution saat menjadi Walikota Medan dengan kerjasama Kabupaten Dairi.

“Langkat misalnya kerjasama dengan Aceh yang dekat jarak wilayahnya. Barter bahan pangan yang tentu pengeluaran biayanya lebih sedikit bila dibandingkan dengan membeli bahan pokok dari Sumatera Barat,” imbuh Isfan.

Di sisi lain, Isfan menyayangkan ada narasi yang dicetuskan bahwa Gubsu dinilai gagal dalam menekan inflasi di Sumut karena persentase penurunan yang kecil.

“Narasi ini tidak tepat dan cenderung keliru. Sebab itu tadi, inflasi turun itu harus berproses, asal jangan prosesnya makin tinggi. Nah ini kan inflasi turun, berangsur-angsur inflasi kita bisa dikendalikan sampai Desember nanti,” tukas Isfan.

SURPLUS

Sebelumnya Kabiro Perekonomian Setda Provsu Poppy Marulita Hutagalung, menjelaskan, penurunan inflasi tidak terlepas dari koordinasi lintas sektor yang berjalan baik. Menurutnya, kolaborasi tersebut mampu menekan harga bahan pokok yang sempat melonjak di bulan-bulan sebelumnya.

Poppy menyebutkan bahwa cabai merah dan emas perhiasan masih menjadi penyumbang utama inflasi di daerah ini. Namun, dengan langkah pengendalian yang tepat, harga kedua komoditas itu mulai berangsur stabil.

Untuk menjamin ketersediaan stok, Pemprov Sumut melakukan berbagai upaya seperti pemberian bantuan sarana dan prasarana pertanian serta memperluas akses pembiayaan bagi petani. Langkah ini dianggap efektif memperkuat ketahanan pangan lokal.

Selain itu, kerjasama antar daerah juga dijalankan guna memperlancar distribusi pangan. Pemerintah turut menggelar operasi pasar murah, sidak ke distributor, dan memperluas penyaluran beras SPHP sebagai langkah menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Tidak hanya itu, Pemprov Sumut juga mengoptimalkan peran BUMD dengan menyalurkan cabai merah dari Jawa, yang terbukti efektif menekan lonjakan harga di pasar lokal.

Sementara itu Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut, Yusfahri, menambahkan, produksi beras di November 2025 diperkirakan mencapai 243.832 ton, jauh melampaui kebutuhan sebesar 140.842 ton. Artinya, Sumut mengalami surplus beras sebanyak 102.990 ton.

Untuk komoditas cabai merah, produksi mencapai 19.417 ton dengan kebutuhan hanya 9.912 ton, menunjukkan surplus 9.505 ton. Sentra utama produksi cabai berada di Karo, Simalungun, Tapanuli Utara, Dairi, Humbahas, Pakpak Bharat, dan Batubara. (ril/Sormin)

Berita Terkait

Kolaborasi Positif Untuk Musik Medan Lewat “In Release”, Merahati, Flower Child dan Brutal Pop Tampil Maksimal
Ribuan Pelari Ramaikan Deli Serdang Run 2026
Mahasiswa Farmasi Jadi Bandar Narkoba Diciduk Polrestabes Medan
Brando Bukit Kembali Pimpin Pemuda Pancasila Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang
Bobby Nasution Ajak KAHMI dan Seluruh Elemen Masyarakat Perangi Narkoba dan LGBTQ
Bobby Nasution Berangkatkan 10 Warga Umroh dan Salurkan Zakat ASN untuk Bedah 10 Rumah di Sergai
Wagub Surya Pastikan Pembangunan Bronjong Jalan Miga-Lolowua Tepat Waktu
SID 2026 Perkuat Sinergi 10 Provinsi, Gubernur Sumut Dorong Hilirisasi dan Pariwisata Sumatera

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:52 WIB

Kolaborasi Positif Untuk Musik Medan Lewat “In Release”, Merahati, Flower Child dan Brutal Pop Tampil Maksimal

Senin, 27 Juli 2026 - 10:45 WIB

Ribuan Pelari Ramaikan Deli Serdang Run 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 10:38 WIB

Mahasiswa Farmasi Jadi Bandar Narkoba Diciduk Polrestabes Medan

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:14 WIB

Brando Bukit Kembali Pimpin Pemuda Pancasila Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:21 WIB

Bobby Nasution Berangkatkan 10 Warga Umroh dan Salurkan Zakat ASN untuk Bedah 10 Rumah di Sergai

Berita Terbaru

Berita

Ribuan Pelari Ramaikan Deli Serdang Run 2026

Senin, 27 Jul 2026 - 10:45 WIB