MEDAN – sadamanews.com –
Beranjak dari kurangnya ruang bagi musisi/band di Kota Medan dalam mengamplifikasi karyanya agar bisa dijangkau pendengar yang lebih luas lagi, tiga orang pendiri entitas berbeda yang fokus pada musik Medan sepakat berkolaborasi coba mendorong band-band Medan dalam menyebarluaskan karyanya.
Tri Harma gigs maker pendiri “Cuma Ngegigs”, Atta pendiri mediagram lifestyle dan musik Medan “Anamatope” dan Yogi wartawan Hiburan Harian Analisa, berkolaborasi menyatukan ide dan gagasan dalam gigs yang bukan sekadar gigs bertitel “In Realease”.
In Realease memang bukan sekadar gigs, event yang nantinya juga di support salah satu live space “Serayu Kopi” ini menawarkan konsep yang tak sekadar pertunjukkan musik saja. In Realease menawarkan konsep gigs yang informatif lewat live interview yang ngulik lebih mendalam soal band dan karya-karyanya.
“Kalau gigs pada umumnya di Medan fokus pada perfomance band. Bahkan terkadang penonton tidak tahu ini siapa band yang tampil dan apa judul karya atau lagu yang mereka bawakan. Di Indonesia Realease kita bakal mengulik perjalanan band dan membedah karya-karyanya dari POV para pewawancara. Tanpa menghakimi menilai karya musisi yang tampil seperti ajang pencarian bakat,”ungkap Tri Harma salah seorang inisiator
Dan yang paling urgent, In Realease ini juga menjadi sarana promo dan eksposure untuk band-band yang punya karya sendiri. “Kita di sini mengutamakan band karya, bukan band coveran. Karena bagi kami band Medan yang punya karya patut diberi eksposure lebih karena kita gak kalah dengan band-band di luar Sumatera,”ungkap Trie.
In Realease volume 1 yang diselenggarkan pada, Sabtu (25/7/2026) sukses menampilkan 3 band asal Medan, Merahati, Flower Child dan Brutal Pop.
Sebagai pembuka, Merahati yang tampil tanpa sang drummer tampil cukup maksimal dengan membawakan singel terbarunya bertitel “Melupakannmu”. Band yang berformasikan, Arie (gitar), Maureen (bass), Emli (gitar), Fiqri (drum) dan Beby (vokal) ini juga membeberkan sejarah singkat awal terbentuknya Merahati pada 20 April 2020.
Setelah penampilan Merahati, dilanjutkan dengan live interview band Flower Child. Band pop rock yang diperkuat, Dilla (vokal), Rizki (bass), Raki (drum) dan Faisal (gitar) tampil rapih membawakan 2 singel karya mereka dengan salah satu singel yang baru saja dirilis bertitel “Menolak Ingatan”. Band yang baru terbentuk pada pertengahan tahun 2026 ini, kini sedang proses penggarapan mini album (EP) perdana.
Sebagai penutup unit alternative rock Kota Medan, Brutal Pop sukses menutup acara pada malam itu dengan sempurna. Trio berformasikan, Hasan (bass/vokal), Eko (gitar) dan Teguh (drum) ini tampil maksimal malam itu dengan membawakan 4 lagu salah satu diantaranya singel perdana mereka bertitel “Cinta Tak Boleh Ngemis” ditambah satu lagu cover “Walah” milik Netral.
Dalam sesi live interview Hasan mengungkap, nama Brutal Pop secara filosofis mereka maksudkan sebagai band yang mengusung musik pop yang senang-senang. Brutal Pop kini juga tengah proses penggarapan debut mini album (EP) perdana.
Acara yang digelar pandu MC Array Anarcho ini berjalan lancar dan ditutup dengan sesi foto bersama dengan para penampil, wartawan dan penyelenggara acara. (ri/sormin)









