Dua Nyawa Melayang, Negara Jangan Berlindung di Balik Kata Evaluasi

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bima Ade Permana. (ist/sadamanews.com)

MEDAN – sadamanews.com – Tragedi meninggalnya dua peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) program calon manajer Koperasi Desa/Kampung Nelayan Merah Putih menuai kritik keras dari kalangan akademisi.

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Medan, Bima Ade Permana, menilai insiden ini bukan sekadar musibah biasa, melainkan bentuk kegagalan sistemik negara dalam menjamin keselamatan warga sipil dalam program yang dirancang pemerintah.

Diketahui, Kementerian Pertahanan mengonfirmasi dua peserta meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil, masing-masing akibat heat stroke dan cardiac arrest, dan kini menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.

Bima menegaskan, alasan “evaluasi” tidak cukup untuk meredam pertanyaan publik.

“Pertanyaannya sederhana, kenapa evaluasi baru dilakukan setelah dua nyawa melayang? Bukankah keselamatan peserta seharusnya menjadi prioritas utama sejak hari pertama?” tegasnya pada wartawan Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, konsep pelatihan semi-militer bagi calon pengelola koperasi desa patut dipertanyakan secara akademik maupun logis.

“Apa relevansi latihan militer dengan manajemen koperasi? Negara jangan terjebak pada romantisme disiplin ala militer, tetapi mengabaikan prinsip dasar perlindungan manusia. Ini bukan medan perang, ini program pembangunan sipil,” ujarnya.

Ia menilai, jika benar seluruh peserta telah lolos tes kesehatan sebagaimana klaim pemerintah, maka kematian dua peserta justru mengindikasikan adanya kelemahan serius dalam pengawasan, mitigasi risiko, dan standar operasional selama pelatihan.

“Kalau sudah lolos tes kesehatan tapi tetap meninggal karena heat stroke dan henti jantung, maka ada yang salah dalam desain latihannya. Jangan sampai negara memproduksi korban atas nama pembentukan karakter,” tambahnya.

Bima juga mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, untuk membuka hasil evaluasi secara transparan dan tidak berhenti pada belasungkawa formalitas.

“Nyawa manusia tidak bisa ditebus dengan sekadar ucapan duka cita. Publik berhak tahu siapa yang bertanggung jawab, bagaimana mekanisme pengawasan dilakukan, dan apakah program ini memang layak dilanjutkan dalam format yang sama,” pungkasnya.

Ia menekankan bahwa tragedi ini harus menjadi alarm keras bahwa setiap kebijakan negara, sebaik apa pun niatnya, tetap wajib menjunjung tinggi keselamatan, rasionalitas, dan akuntabilitas.

Kedua peserta yang meninggal bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq. Rico mengatakan peserta Anisa mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan sempat mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Dan Yonanda yang mengikuti pelatihan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja. Dia dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026 dan langsung dirujuk ke rumah sakit. (sdn/Sormin)

Berita Terkait

Gubernur Sumut Terima Audiensi Walikota Padangsidimpuan, Perkuat Sinergi Pembangunan dan Infrastruktur Daerah
Pemprov Sumut Targetkan PPID Predikat Informatif 2026, Perkuat Keterbukaan Informasi Publik
Geofest ke-7 di Danau Toba, Sumut Perluas Kerja Sama Internasional Antar-Geopark
Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan
Gubernur Bobby Nasution Minta Realisasi Program Prioritas Daerah Dipercepat
Bobby Nasution Siapkan Dua Akses Jalan ke Wisata Air Panas Karo
Kepala BNNP Sumut Tanda Tangani Perjanjian Kerjasama Pembentukan ULT P4GN Kota Padang Sidempuan
Gubernur Bobby Nasution Minta Realisasi Program Prioritas Daerah Dipercepat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:06 WIB

Gubernur Sumut Terima Audiensi Walikota Padangsidimpuan, Perkuat Sinergi Pembangunan dan Infrastruktur Daerah

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:42 WIB

Pemprov Sumut Targetkan PPID Predikat Informatif 2026, Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:30 WIB

Dua Nyawa Melayang, Negara Jangan Berlindung di Balik Kata Evaluasi

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:45 WIB

Geofest ke-7 di Danau Toba, Sumut Perluas Kerja Sama Internasional Antar-Geopark

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:38 WIB

Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan

Berita Terbaru