Ditolak Anaknya, Jenazah Alang Penikam Isterinya Hingga Tewas Dimakamkan Polisi

Selasa, 17 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alang semasa hidup.

MEDAN – Setelah ditolak anaknya, jenazah Alang penikam istrinya hingga tewas akhirnya diselesaikan dengan pemakaman konvensional.

Setelah sempat terjadi penolakan dari sebagian keluarga terhadap rencana kremasi yang sesuai dengan tradisi Buddha.

Kapolsek Medan Area AKP Dwi Himawan Chandra mengatakan keputusan ini diambil untuk menghindari konflik lebih lanjut dengan keluarga korban.

Kepolisian awalnya yelah berkoordinasi dengan Yayasan Angsapura untuk mengkremasi jenazah, mengingat korban menganut agama Buddha. Namun, sebagian keluarga korban menolak rencana tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola krematorium, tetapi ada pihak keluarga yang keberatan. dari pada menimbulkan masalah lebih besar, akhirnya kita putuskan untuk memakamkannya secara manusiawi,” ujar Kapolsek kepada wartawan, Selasa (17/6/2025).

Bahkan seorang donatur dari Vihara di daerah PMC turun tangan menanggung biaya pemakaman.

Proses ini dilakukan setelah keluarga korban menandatangani surat pernyataan yang menyerahkan sepenuhnya penanganan jenazah kepada kepolisian.

“Atas nama kemanusiaan, kita sepakat untuk memakamkannya. Ada donatur yang membantu biaya, sehingga proses bisa berjalan lancar,” jelasnya.

Informasi diperoleh, keluarga korban, termasuk kedua anaknya, menolak untuk hadir dalam proses pemakaman. Hal ini diduga karena trauma mendalam atas kematian Yap Siu Lian (55) yang dibunuh secara tragis.

“Kedua anaknya tidak mau datang. Sudah jelas, kalau mamanya dibunuh, pasti sakit hati. Mereka memilih menyerahkan semuanya kepada kami,” tuturnya.

Jenazah rencananya akan dimakamkan di lokasi yang telah disepakati. Meskipun tidak melalui kremasi, kepolisian memastikan bahwa proses pemakaman tetap dilakukan dengan menghormati hak-hak keagamaan korban.

“Kami berharap keluarga bisa menerima keputusan ini. Yang terpenting, jenazah bisa disemayamkan dengan layak,” pungkasnya. (*)

Penulis : mangampu sormin

Berita Terkait

Rampas HP Seorang Ibu yang Duduk di Kursi Roda, Boncel Ditangkap
Penipu dengan Modus DP Mobil Diringkus Polsek Medan Timur
Gempa Guncang Aceh dan Medan
PGN Akui Miliki Jaringan Gas di Grand Polonia Medan
Polisi Pastikan Tiga Orang Tewas di Grand Polonia Medan
PWI Sumut Laporkan Hotman Paris Hutapea ke Polda
Korban Ledakan Rumah Mewah di Polonia Medan Ditemukan
Viral Bawa Sajam, Lima Anggota Geng Motor POC Ditangkap Resmob Polrestabes Medan

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:43 WIB

Rampas HP Seorang Ibu yang Duduk di Kursi Roda, Boncel Ditangkap

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:19 WIB

Penipu dengan Modus DP Mobil Diringkus Polsek Medan Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:42 WIB

PGN Akui Miliki Jaringan Gas di Grand Polonia Medan

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:42 WIB

Polisi Pastikan Tiga Orang Tewas di Grand Polonia Medan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:59 WIB

PWI Sumut Laporkan Hotman Paris Hutapea ke Polda

Berita Terbaru

Berita

Nanik Sudaryati Deyang Mundur sebagai Kepala BGN

Rabu, 22 Jul 2026 - 14:08 WIB

Oplus_131072

BERITA UTAMA

Rampas HP Seorang Ibu yang Duduk di Kursi Roda, Boncel Ditangkap

Rabu, 22 Jul 2026 - 13:43 WIB

Oplus_131072

BERITA UTAMA

Penipu dengan Modus DP Mobil Diringkus Polsek Medan Timur

Rabu, 22 Jul 2026 - 13:19 WIB

KRIMINAL

Tiga Begal Gasak Sepeda Motor Karyawan Pabrik di Marelan

Rabu, 22 Jul 2026 - 12:57 WIB