Jalan Diperbaiki, Warga Tiga Kecamatan di Labuhanbatu Optimistis Ekonomi Bangkit dan Akses Layanan Makin Lancar

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PERBAIKI: Sejumlah pengendara melintasi proyek perbaikan ruas jalan Aek Nabara – Negeri Lama dan Negeri Lama – Tanjung Elang, Kabupaten Labuhanbatu, Jum’at (26/6/2026). Total penanganan ruas jalan ini sebanyak 10 Km dan ditargetkan selesai diakhir tahun 2026. (Foto : Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut / Imam Syahputra).

LABUHANBATU – sadamanews.com – Warga di tiga kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu berharap perbaikan ruas jalan Aek Nabara–Negeri Lama hingga Tanjung Sarang Elang segera rampung. Infrastruktur yang selama bertahun-tahun rusak itu diyakini akan menghidupkan kembali perekonomian masyarakat, meningkatkan kunjungan wisata, sekaligus memperlancar akses menuju layanan kesehatan dan pusat aktivitas.

Perbaikan ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Bilah Hulu, Bilah Hilir, dan Panai Hulu tersebut saat ini tengah berlangsung. Jalan ini merupakan urat nadi masyarakat menuju Rantauprapat sebagai ibu kota Kabupaten Labuhanbatu, sekaligus jalur strategis yang pernah ramai dilalui pengguna jalan dari Tanjungbalai menuju Aek Nabara melalui jalur penyeberangan Sei Berombang.

Murni, pengusaha warung makan di Tanjung Sarang Elang, mengatakan kondisi jalan yang rusak selama bertahun-tahun membuat arus kendaraan menurun drastis. Akibatnya, aktivitas ekonomi masyarakat ikut terdampak.

“Kalau dulu 10-15 tahun lalu pas jalannya lebih bagus banyak yang melintas dari sini, yang dari Tanjungbalai naik speedboat ke Sei Berombang karena kalau dari jalan lintas jauh, tapi karna jalannya rusak gini ya banyak yang pilih jalan utama,” kata Murni, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, membaiknya kondisi jalan akan membuka kembali peluang usaha masyarakat karena mobilitas warga dan distribusi barang menjadi lebih lancar.

Selain menjadi jalur penghubung antarkecamatan, kawasan Tanjung Sarang Elang juga memiliki sejumlah destinasi wisata air, seperti Wisata Dua Pulau, kolam renang, Pulau Sikantan, serta objek wisata bahari lainnya. Namun, kerusakan jalan membuat jumlah kunjungan wisatawan terus menurun.

“Lumayan dulu pengunjungnya, semakin parah kerusakan jalannya makin sikit lah orang datang, malah ada yang udah tutup, makanya kami mohon kali jalan ke kampung kami cepat diperbaiki biar perekonomian kami di sini bisa membaik,” ujarnya.

Tak hanya berdampak pada sektor ekonomi dan pariwisata, kondisi jalan yang rusak juga menyulitkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan. Warga Aek Nabara, Amodi Dumoli Tua Sihite, mengaku pernah kehilangan tetangganya yang meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit karena akses jalan yang buruk.

“Itulah, karena tak bisa cepat karena jalan rusak meninggal diperjalanan tetangga Saya, memang sudah takdir Allah, tapi agak disayangkan aja gitu orang terlambat diobati karena jalan, kami sangat berharap jalan ini cepat selesai,” kata Amodi.

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) dibawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Surya, tengah mengerjakan perbaikan ruas jalan Aek Nabara (Bilah Hulu)–Negeri Lama (Bilah Hilir) dan Negeri Lama–Tanjung Sarang Elang (Panai Hulu) sepanjang 10 kilometer. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.

Kepala Seksi Jalan dan Jembatan UPTD Rantauprapat Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Provinsi Sumut Henri Syahrizal mengatakan pekerjaan dibagi dalam dua paket, yakni tiga kilometer pada ruas Aek Nabara–Negeri Lama dan tujuh kilometer pada ruas Negeri Lama–Panai Hulu.

“Akhir tahun targetnya selesai, 3 Km di paket pertama (Aek Nabara-Negeri Lama) dan 7 Km paket kedua (Negeri Lama- Panai Hulu), jadi kami mohon maaf apabila mengganggu pengguna jalan,” kata Henri Syahrizal.

Perbaikan jalan tersebut diharapkan mampu mengembalikan peran ruas ini sebagai jalur utama mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, menghidupkan kembali sektor pariwisata, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan dan layanan kesehatan. Dengan infrastruktur yang semakin baik, pertumbuhan ekonomi di tiga kecamatan tersebut diharapkan kembali bergerak dan kesejahteraan masyarakat meningkat. (ril/Sormin)

Berita Terkait

Brando Bukit Kembali Pimpin Pemuda Pancasila Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang
Bobby Nasution Ajak KAHMI dan Seluruh Elemen Masyarakat Perangi Narkoba dan LGBTQ
Bobby Nasution Berangkatkan 10 Warga Umroh dan Salurkan Zakat ASN untuk Bedah 10 Rumah di Sergai
Wagub Surya Pastikan Pembangunan Bronjong Jalan Miga-Lolowua Tepat Waktu
SID 2026 Perkuat Sinergi 10 Provinsi, Gubernur Sumut Dorong Hilirisasi dan Pariwisata Sumatera
Tim Gabungan Temukan Gas Terkonsentrasi di Lantai Dua yang Meledak di Grand Polonia Medan
Nanik Sudaryati Deyang Mundur sebagai Kepala BGN
Bobby Nasution Pacu Pembangunan Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan di Kepulauan Nias

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:14 WIB

Brando Bukit Kembali Pimpin Pemuda Pancasila Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:57 WIB

Bobby Nasution Ajak KAHMI dan Seluruh Elemen Masyarakat Perangi Narkoba dan LGBTQ

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:21 WIB

Bobby Nasution Berangkatkan 10 Warga Umroh dan Salurkan Zakat ASN untuk Bedah 10 Rumah di Sergai

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:49 WIB

SID 2026 Perkuat Sinergi 10 Provinsi, Gubernur Sumut Dorong Hilirisasi dan Pariwisata Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:13 WIB

Tim Gabungan Temukan Gas Terkonsentrasi di Lantai Dua yang Meledak di Grand Polonia Medan

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

9 Ruko di Perumnas Mandala Terbakar

Minggu, 26 Jul 2026 - 18:39 WIB