Banjir Rob di Medan, Warga Dihimbau Tidak Panik

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rizki Fadhilah

BELAWAN – sadamanews.com – Stasiun Meteorologi Maritim Belawan mengonfirmasi bahwa banjir rob dari genangan akibat air laut pasang yang melanda sejumlah wilayah pesisir Medan disebabkan oleh fenomena alam bulan purnama, bukan dampak dari siklon tropis Senyar.

Prakiraan Cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Rizki Fadhilah, menjelaskan bahwa banjir rob terjadi akibat naiknya air laut ke daratan karena gaya tarik gravitasi bulan.

“Saat ini posisi sedang bulan purnama, sehingga gaya gravitasi tarik bulannya cukup tinggi,” ucapnya, Kamis (4/12/2025).

Ia menegaskan bahwa siklon tropis Senyar telah punah dan tidak lagi berdampak pada wilayah Indonesia. Menurutnya, kedua fenomena tersebut berbeda.

“Siklon Senyar diakibatkan dinamika atmosfer, sedangkan banjir rob diakibatkan naiknya air laut,” katanya.

Rizki memaparkan bahwa puncak banjir rob diperkirakan terjadi pada tanggal 1 hingga 9 Desember 2025, dengan waktu kejadian antara sekitar pukul 23.00 hingga 04.00 WIB.

Ketinggian air laut diprediksi mencapai 2,3 hingga 2,7 meter dari titik surut terendah.

“Artinya bukan berarti banjir di darat setinggi 2,7 meter. Itu dihitung dari surut terendah di laut,” ujarnya.

Menurutnya, wilayah pesisir yang diperkirakan terdampak adalah tiga kecamatan di Kota Medan, yaitu, Kecamatan Medan Belawan, Kecamatan Medan Labuhan, Kecamatan Medan Marelan.

Dampak yang diperkirakan terjadi antara lain terganggunya aktivitas masyarakat di wilayah terdampak, gangguan transportasi, serta terganggunya aktivitas bongkar muat di pelabuhan.

Rizki memberikan langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan warga yakni mengecek informasi resmi dari BMKG secara berkala.

Menaikkan atau mengevakuasi barang-barang, terutama elektronik, yang berada di bagian bawah rumah ke tempat yang lebih tinggi.

Berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mengetahui titik-titik rawan. (sormin)

Berita Terkait

Pemprov Sumut Siapkan Jalur Alternatif Medan–Berastagi untuk Wisatawan, Ditargetkan Rampung 2029
Bobby Nasution Bagikan DBH Rp350 Miliar, Daerah Diminta Lebih Maksimal Kejar PAD
Enam Jabatan Kapolres di Sumut Berganti
Bobby Nasution Naikkan Standar Hibah Rumah Ibadah Naik Jadi Rp250 Juta, 40 Persen Boleh Untuk Non-Fisik
Bobby Nasution Komitmen Perkuat Transportasi Publik, BRT Jadi Prioritas
Satlantas Polrestabes Medan Amankan 19 Sepedamotor Knalpot Brong
Bobby Nasution Raih Anugerah Pemerataan Pembangunan Sumut
Jadi Orang Tua Asuh Nazir Wakaf, Bobby Nasution Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf di Sumut

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 18:07 WIB

Pemprov Sumut Siapkan Jalur Alternatif Medan–Berastagi untuk Wisatawan, Ditargetkan Rampung 2029

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Enam Jabatan Kapolres di Sumut Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Bobby Nasution Naikkan Standar Hibah Rumah Ibadah Naik Jadi Rp250 Juta, 40 Persen Boleh Untuk Non-Fisik

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:28 WIB

Bobby Nasution Komitmen Perkuat Transportasi Publik, BRT Jadi Prioritas

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Satlantas Polrestabes Medan Amankan 19 Sepedamotor Knalpot Brong

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Sempat Viral, THM Janna Digerebek dan di Police Line

Rabu, 2 Sep 2026 - 10:59 WIB