JARAH : Warga saat menjarah swalayan di Sibolga. (ist/sadamanews.com)
SIBOLGA – sadamanews.com – Sebanyak 16 pelaku penjarahan swalayan pasca terjadinya banjir bandang dan longsor diamankan Polres Sibolga.
Ke 16 orang pelaku penjarahan yang ditangkap yakni berinisial MHH (20), SS (24), AZ (27), ZR (24), OFH (18), ART (19), DH (20), ISS (18), A (18), MS (18), BA (18), ER (21), DAM (18), ABS (18), D (18) dan BNH (17).
Kasat Reskrim Polres Sibolga AKP Rustam E Silaban, Senin (1/12), membenarkan penangkapan terhadap para pelaku penjarahan di tengah terjadinya musibah bencana alam.
“Para pelaku ini mengambil sejumlah barang, mulai dari minuman kemasan, sosis, gula, sabun, hingga makanan ringan,” ujarnya.
Musibah bencana alam tanah longsor terjadi di wilayah sejumlah daerah Sumatera Utara sejak 24-27 November 2025 menyebabkan ribuan masyarakat harus mengungsi di tempat yang aman.
Salah satu daerah yang terdampak bencana alam itu Kota Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Saat ini kondisi di wilayah itu pun terisolir dikarenakan putusnya sejumlah akses jalur akibat tertimbun material longsor.
Di tengah situasi bencana alam itu beredar video ratusan warga yang terekam kamera melakukan aksi penjarahan di salah satu swalayan yang berlokasi Kecamatan Sarudik, Kota Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. (sdn/Sormin)









