Ciptakan Pilkada Bersih, Bawaslu Sumut Gandeng Ormas dan Kampus

Selasa, 1 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GANDENG: Saut Boangmanalu saat memberikan kata sambutan (atas). Dan bawah foto bersama dengan peserta.

TARUTUNG – Demokrasi di Indonesia terganggu akibat praktek manipulasi politik dengan cara memberikan sejumlah uang kepada pemilih dengan harapan akan mendulang suara serta mempengaruhi perolehan suara.

“Untuk itu Bawaslu Sumut melakukan pengawasan melekat untuk meminimalisir pelanggaran. Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan Mengajak semua elemen, termasuk organisasi masyarakat dan lembaga pendidikan, untuk bekerja sama dalam mencegah manipulasi dan mendorong partisipasi publik,” kata Koordinator Divisi Humas dan Data Informasi Bawaslu Sumatra Utara, Saut Boangmanalu saat Forum Group Discussion digelar di Angkasa Cafe Resto, Tarutung Tapanuli Utara (Taput), Senin (30/9).

Tambah Saut, Bawaslu memiliki berbagai keterbatasan. Untuk itu diharapkan melalui pengawasan partisipatif bersama kampus, organisasi – organisasi pemuda, kelompok Cipayung dan elemen masyarakat lain yang terbuka untuk bekerjasama dapat menghempang segala bentuk politik uang, mengawasi penyebaran isu SARA dan hoax, netralitas ASN agar tercipta suasana kondusif di pilkada serentak tahun ini.

Akademisi dari IAKN DR Junjungan Simorangkir menjelaskan dalam sistem pengawasan demokrasi yang adil, jujur dan demokratis seharusnya tidak ada manipulasi politik, politik uang, atau kecurangan lainnya yang merusak integritas pemilu.

Kolaborasi antara mahasiswa dengan Bawaslu sangat penting untuk mengawasi pemilu, menjaga transparansi dan integritas dalam proses demokrasi, melakukan riset dan kajian kehidupan demokrasi di Taput.

Ketua DPC GMNI Tapanuli Utara periode 2017 – 2019 Psalmen Padang menegaskan bahwa Pemilu merupakan tanggungjawab setiap warga negara.

Demokrasi bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga menyadari tanggung jawab sebagai warga negara dalam mengarahkan dan mengawasi pemerintah.

Partisipasi aktif dari masyarakat lanjut dia sangat penting untuk memastikan akuntabilitas dalam pemerintahan. Tantangan money politik sering kali menjadi hambatan dalam menghasilkan pemilu yang jujur dan adil.

“Banyak calon yang menggunakan uang untuk membeli suara, dan ini menjadi stigma dalam kehidupan demokrasi. Hal ini menunjukkan perlunya tindakan preventif dari Bawaslu dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Psalmen Padang menyarankan agar Bawaslu melakukan pengawasan yang lebih ketat. Ia mengusulkan pelaksanaan apel keliling untuk berkomunikasi dengan tim sukses dan ASN, serta membangun intelijen untuk mengumpulkan informasi tentang potensi pelanggaran. (sor)

Berita Terkait

Sumut Tunda Penetapan Kepala Daerah Terpilih
Ragukan Netralitas, Ketua KPU Batu Bara Diminta Diganti
16.210 Suara Lagi Masih Diperebutkan di Pilkada Deliserdang
Tim Gakkumdu Batubara Amankan Pelaku Politik Uang Salah Satu Paslon
Bawaslu Sumut, Pj Gubsu dan Forkopimda Patroli Gabungan Skala Besar
Paslon 01 dan 03 Dilaporkan ke Bawaslu Batu Bara
Bawaslu Sumut Awasi Langsung Debat Publik Kedua Paslon Gubsu dan Wakil
Bawaslu Sumut Temukan 36 Pelanggaran

Berita Terkait

Rabu, 15 Januari 2025 - 10:36 WIB

Sumut Tunda Penetapan Kepala Daerah Terpilih

Kamis, 28 November 2024 - 22:50 WIB

Ragukan Netralitas, Ketua KPU Batu Bara Diminta Diganti

Rabu, 27 November 2024 - 23:49 WIB

16.210 Suara Lagi Masih Diperebutkan di Pilkada Deliserdang

Rabu, 27 November 2024 - 12:40 WIB

Tim Gakkumdu Batubara Amankan Pelaku Politik Uang Salah Satu Paslon

Rabu, 27 November 2024 - 10:20 WIB

Bawaslu Sumut, Pj Gubsu dan Forkopimda Patroli Gabungan Skala Besar

Berita Terbaru

KRIMINAL

Maling Curi Sepeda Motor Wanita Saat Halalbihalal

Senin, 20 Apr 2026 - 22:05 WIB