Panen Raya Padi di Karo, Wagub Surya Pastikan Pemerintah kepada Petani

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANEN RAYA: Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya bersama Bupati Karo Antonius Ginting didampingi sejumlah OPD melakukan panen raya padi, model penguatan ketahan pangan melalui pemulihan irigasi di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo, Selasa (20/01/2026).
(DISKOMINFO SUMUT)

KARO – sadamanews.com – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya memastikan keberpihakan pemerintah kepada petani melalui penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri panen raya padi di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo, Selasa (20/1/2026).

“Melalui momentum panen raya ini, saya ingin menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan petani berjalan sendiri. Kita akan terus memperkuat infrastruktur pertanian, terutama irigasi meningkatkan kualitas jaringan air, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong penerapan teknologi pertanian modern,” ujar Wagub Surya.

Surya menyampaikan, Kabupaten Karo memiliki peran strategis dalam peta pangan Sumut. Panen raya ini juga memberikan dampak ekonomi kepada para petani.

“Desa Lau Mulgap dihuni sekitar 1.200 jiwa. Padi menjadi motor utama ekonomi desa. Menggerakkan ekonomi lokal dan menjaga daya beli masyarakat. Panen menciptakan pendapatan bagi puluhan keluarga petani, serta menggerakkan ekonomi lokal dan menjaga daya beli masyarakat,” ucapnya.

Meski dikenal sebagai sentra hortikultura, Menurut Surya, Karo juga berkontribusi sebagai daerah penghasil padi. Hal ini menunjukkan pembangunan pertanian di Sumut berjalan terintegrasi dan saling menguatkan antarwilayah.

Berdasarkan data, produksi padi di Kabupaten Karo pada Desember 2025 diperkirakan mencapai 1.133 ton gabah kering giling (GKG). Sementara total produksi padi sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 126.864 ton GKG, dengan nilai perputaran ekonomi sekitar Rp824 miliar.

Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan berbagai bantuan yang telah disalurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut kepada Kabupaten Karo selama tahun 2025. Bantuan tersebut meliputi benih padi seluas 500 hektare, benih jagung 550 hektare, pestisida 750 liter, pupuk NPK 15 ton, benih cabai merah 14 hektare, serta benih bawang merah 5 hektare.

Selain itu, Pemprov Sumut juga menyalurkan alat dan mesin pertanian berupa 6 unit corn sheller mobile, 5 unit solar dryer dome, 5 unit gudang pascapanen, 4.000 unit perangkap lalat buah, 4 unit handtraktor, dan 9 unit cultivator.

“Mari kita jadikan panen raya ini sebagai penguat optimisme dan semangat bersama, bahwa dengan kebijakan yang tepat, infrastruktur yang kuat, dan keberpihakan yang jelas kepada petani, Sumatera Utara mampu berdiri tegak sebagai provinsi yang tangguh dalam ketahanan pangan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan panen raya tersebut merupakan wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Karo terhadap program swasembada pangan Presiden Republik Indonesia, yang menempatkan pangan sebagai urusan strategis menyangkut kedaulatan bangsa, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.

“Oleh karena itu, melalui momentum ini, kami ingin menyampaikan bahwa Kabupaten Karo siap menjadi bagian penting dari gerakan besar nasional, meningkatkan produksi, memperluas tanam, memperkuat irigasi, mendorong modernisasi pertanian, serta menjaga keberlanjutan produksi pangan,” sebutnya.

Ia juga menjelaskan, wilayah Paya Lah Lah merupakan lahan rawa yang berada di Kecamatan Mardingding dan Lau Baleng, serta telah lama menjadi salah satu sentra pangan strategis Kabupaten Karo.

Luas daerah irigasi rawa Paya Lah Lah tercatat sekitar 3.300 hektare. Pada tahun 2025, lahan yang difokuskan seluas 1.500 hektare yang mencakup tujuh desa, yakni Batu Rongkam, Buluh Pancur, Rambah Tampu, Lau Solu, Lau Mulgap, Tanjung Pamah, dan Mbal-mbal Petarum. Dengan produktivitas padi sawah sekitar 6,66 ton per hektare, produksi padi sawah di kawasan Paya Lah Lah diperkirakan mencapai sekitar 43.956 ton dalam dua musim tanam.

“Ketika pemerintah hadir, program pusat dan daerah bersinergi, dan petani bekerja dengan semangat, maka hasilnya adalah panen, kesejahteraan, dan ketahanan pangan,” pungkasnya. (ril/sormin)

Berita Terkait

Forkom IJK Goes to Deli Serdang, Mahasiswa Didorong Cakap Mengelola Keuangan
Wabup Lom Lom Tekankan Sinergi Pemkab dan DPRD dalam Menentukan Prioritas Pembangunan
Walikota Binjai Himbau Warga Gunakan Masker
Pemkab Deli Serdang Rencanakan Beasiswa dan Penambahan 217 Ruang Kelas pada 2027
Wabup Dorong Seni dan Ekonomi Kreatif
Bupati Deli Serdang Minta Edukasi Kebencanaan Menjangkau Seluruh Wilayah
Menteri Investasi dan Hilirisasi Tetapkan Kinerja Perizinan Deli Serdang Sangat Baik, Nilai Tembus 91,728
Jalan Parbarakan Kecamatan Pagar Merbau Kembali Diperbaiki

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Forkom IJK Goes to Deli Serdang, Mahasiswa Didorong Cakap Mengelola Keuangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Wabup Lom Lom Tekankan Sinergi Pemkab dan DPRD dalam Menentukan Prioritas Pembangunan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Walikota Binjai Himbau Warga Gunakan Masker

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:41 WIB

Pemkab Deli Serdang Rencanakan Beasiswa dan Penambahan 217 Ruang Kelas pada 2027

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Wabup Dorong Seni dan Ekonomi Kreatif

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Terkait Penembakan Doni Pacek, Polisi Sudah Amankan 6 Orang

Rabu, 21 Okt 2026 - 19:41 WIB