Gunakan Bus Listrik, BRT Mebidang Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TARGETKAN: Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut Rochani Litiloly saat memberikan keterangan kepada wartawan. (ist/sadamanews.com)

MEDAN – sadamanews.com – Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang) direncanakan mulai beroperasi pada tahun ini. Moda transportasi massal tersebut akan menggunakan bus listrik melalui kerja sama dengan Tiongkok.

Sebanyak 12 koridor akan difasilitasi BRT pada tahap awal operasional. Dari jumlah tersebut, 10 koridor berada di wilayah Kota Medan dan dua koridor lainnya untuk kawasan Mebidang. Kedua koridor ini dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan.

Adapun dua koridor yang berada di bawah pengawasan Pemprov Sumut yaitu rute Binjai–Medan–Carrefour serta Lubukpakam–Amplas–Simpang Pelangi. Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut Rochani Litiloly optimistis kehadiran BRT dapat membantu mengurangi persoalan transportasi di kawasan Mebidang.

“Ini bertujuan untuk mengurangi emisi dan penggunaan kendaraan pribadi karena di daerah kita penggunaan kendaraan pribadi terus meningkat. Itu karena transportasi umumnya masih minim, mudah-mudahan bisa kita nikmati tahun ini,” kata Rochani dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (6/3/2026).

Menurut Rochani, pemerintah saat ini masih merumuskan secara detail kebutuhan jumlah bus serta mempersiapkan pembangunan depo pengisian bus listrik. Setelah itu, proses pemesanan bus listrik diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima bulan.

“Masih dalam proses, dan demandnya masih terus berubah misalnya dari 17 koridor menjadi 14 kemudian 12. Itu akan menentukan jumlah bus dan depo yang kita butuhkan. Setelah kontrak selesai, kita masih menunggu paling tidak lima bulan untuk pemesanan bus listriknya karena bus ini build up,” kata Rochani.

Sementara itu, Tenaga Ahli Dishub Pemprov Sumut Darwin Purba mengatakan sistem BRT yang akan diterapkan mirip dengan konsep Jaklingko di Jakarta. Ia berharap angkutan kota yang sudah ada dapat berperan sebagai feeder atau pengumpan menuju jalur BRT.

“BRT dia punya jalur khusus sendiri, seperti Transjakarta, jadi dia akan lebih cepat. Kemudian kita juga berupaya agar angkot yang ada menjadi feeder untuk BRT, sehingga semua terintegerasi,” kata Darwin Purba. (ril/sormin)

Berita Terkait

Sugiat Santoso Tekankan Tiga Ranah Pendidikan di Forum Literasi Digital BNPT-FKPT Sumut
Seluruh Anggota PWI Sumut Tercover Jaminan Sosial
Wagub Sumut Tegaskan Keterbukaan Informasi Harus Jadi Budaya Kerja, Bukan Sekadar Mengejar Penghargaan
Pemprov dan DPRD Sumut Tuntaskan Evaluasi P-APBD 2026, Pendapatan Daerah Naik Rp1,29 Triliun
Pemprov dan DPRD Sumut Tuntaskan Evaluasi P-APBD 2026, Pendapatan Daerah Naik Rp1,29 Triliun
Pemprov Sumut Percepat Penyerahan Aset RSUD dr M Thomsen Nias
Ka. SPI Perumda Tirtanadi Bantah Adanya Temuan BPK 170 Paket “Emergency”
Dalam Sehari, 12 Ketua Ranting PP di Kabupaten Deliserdang Terpilih Secara Aklamasi

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Sugiat Santoso Tekankan Tiga Ranah Pendidikan di Forum Literasi Digital BNPT-FKPT Sumut

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Seluruh Anggota PWI Sumut Tercover Jaminan Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Wagub Sumut Tegaskan Keterbukaan Informasi Harus Jadi Budaya Kerja, Bukan Sekadar Mengejar Penghargaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Pemprov dan DPRD Sumut Tuntaskan Evaluasi P-APBD 2026, Pendapatan Daerah Naik Rp1,29 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Pemprov dan DPRD Sumut Tuntaskan Evaluasi P-APBD 2026, Pendapatan Daerah Naik Rp1,29 Triliun

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Terkait Penembakan Doni Pacek, Polisi Sudah Amankan 6 Orang

Rabu, 21 Okt 2026 - 19:41 WIB