MENINGGAL: Tim Basarnas dan Kepolisian saat menemukan jenazah bocah yang hanyut sungai. (ist/sadamanews.com)
MEDAN – sadamanews.com – Rini Arianis tak kuasa menahan tangis pada Selasa (13/10). Anak laki-lakinya yang berusia 8 tahun dengan inisial RRS ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah satu hari tenggelam di Sungai Sei Kambing, Jalan Inspeksi Gang Sepakat, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia.
Peristiwa tragis ini bermula pada Senin (12/10/2026) sekira pukul 17.16 WIB. Korban bersama dua temannya, Reza Prasetya (11) dan Dimas Syafi’i Aditya (9), awalnya hendak melihat rel kereta api. Di tengah jalan, tiga anak ini memutuskan mandi di aliran Sungai Sei Sikambing.
Setibanya di lokasi sungai, Reza sempat turun lebih dulu untuk menyeberang. Setelah sampai di seberang, Reza kembali lagi menghampiri Dimas dan korban di tepi sungai agar mereka ikut turun ke air. Korban dan Dimas lantas mencoba menyeberang sungai sambil berpegangan tangan menggunakan sehelai tali skipping.
Nahas, saat masih berada di sungai genggaman tangan korban terlepas dari tali tersebut. Korban langsung masuk ke dalam air dan tenggelam. Karena panik, Dimas dan Reza lalu segera naik ke daratan lalu meminta pertolongan warga sekitar.
“Waktu itu saya lagi duduk di lantai dua kos. Begitu lihat kejadian itu, saya langsung spontan lompat ke sungai, tapi korban sudah tidak kelihatan,” kata Michael, salah seorang warga.
Sebelum kejadian, Michael melihat tiga anak ini di pinggir sungai ngecek kedalaman air pakai bambu. “Sempat dengar mereka bilang ‘ayok-ayok’ dan ada yang bilang ‘aku gak bisa berenang bodoh’,” sambungnya.
Insiden tersebut dilaporkan warga ke pihak berwajib. Tak lama berselang, personel Polsek Medan Helvetia di bawah kepemimpinan Kapolsek Kompol Paul Edison Simamora bersama Unit Reskrim dan Tim INAFIS Polrestabes Medan langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Pencarian dikoordinasikan dengan Tim Basarnas Sumut akhirnya membuahkan hasil pada Selasa (13/10/2026) sekira pukul 11.00 WIB. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia tidak jauh dari titik awal tenggelam. (Sormin)









