Ade Ayu Ningsih (kanan). (ist/sadamanews.com)
MEDAN – sadamanews.com – Ade Ayu Ningsih Batubara memberikan klarifikasi terkait video yang viral di media sosial dan memperlihatkan dirinya berada di ruang tunggu Polrestabes Medan.
Dalam narasi beredar disebutkan kalau petugas di piket Satreskrim Polrestabes Medan tidak melayani warga dengan baik, dan juga memasang musik keras layaknya lapo tuak.
Ibu Rumah Tangga (IRT) ini mengaku terkejut setelah mengetahui video tersebut beredar luas di media sosial.
Menurutnya, saat itu kondisi di ruang tunggu berlangsung tenang dan tidak seperti narasi yang berkembang di dunia maya (medsos).
“Pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026, saya terkejut. Sementara saya duduk di ruang tunggu itu dengan tenang dan tidak ada suara musik,” ujar Ade Ayu dalam keterangannya Senin 3 Agustus 2026.
Ia menjelaskan dirinya bersama rombongan sedang menunggu dengan tertib.
Menurutnya, tidak ada situasi yang mengganggu selama berada di lokasi (ruang tunggu) Polrestabes Medan.
Ade Ayu juga menyampaikan rasa keberatannya karena dirinya merasa direkam tanpa izin (persetujuannya).
Ia menjelaskan ada seorang perempuan tiba-tiba mengambil video dirinya tanpa meminta izin terlebih dahulu.
“Viral-viral ini, saya kebetulan keberatan. Tanpa izin saya, ibu ini tiba-tiba memvideokan kami,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Ade Ayu menegaskan bahwa pelayanan yang diterimanya dari pihak Polrestabes Medan berjalan dengan baik.
Ia bahkan menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian atas pelayanan yang diberikan selama berada di kantor tersebut.
“Sementara kami dilayani dengan baik. Dari pihak Polrestabes Medan, kami ucapkan terima kasih banyak karena telah melayani kami dengan baik,” tuturnya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai klarifikasi atas video yang beredar di media sosial, sekaligus untuk meluruskan informasi yang menurutnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya saat ia berada di Polrestabes Medan. (Sormin)









